PLN Bidik Investor Global untuk Tutup Kesenjangan Pendanaan Energi Hijau

2026-01-12 05:56:51
PLN Bidik Investor Global untuk Tutup Kesenjangan Pendanaan Energi Hijau
JAKARTA, – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN semakin agresif mencari dukungan pendanaan dari investor dan lembaga keuangan global, termasuk dari Inggris, untuk menutup kesenjangan pembiayaan dalam akselerasi pengembangan energi terbarukan di Indonesia.Upaya ini dilakukan di tengah kebutuhan investasi jumbo untuk menghijaukan jaringan listrik nasional dan mengejar target transisi energi. Upaya tersebut dilakukan mengingat kebutuhan investasi untuk menghijaukan jaringan listrik nasional sangat besar. Wakil Presiden Eksekutif Pengembangan Bisnis dan Korporat PLN, Abdan Hanif Satria, mengatakan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, perusahaan menargetkan tambahan kapasitas pembangkit sebesar 69,5 gigawatt (GW), dengan 75 persen berasal dari energi terbarukan dan teknologi penyimpanan.Baca juga: PLN Klaim 1,7 Juta Warga Aceh Kembali Teraliri ListrikRUPTL tersebut juga mencakup peta jalan investasi pembangkitan senilai 130 miliar dollar AS atau setara Rp 2.168 triliun (kurs Rp 16.694 per dollar AS) hingga 2034. Dari total kebutuhan itu, PLN hanya mampu menanggung sekitar 25 persen, sehingga diperlukan partisipasi lebih banyak dari investor swasta, baik domestik maupun internasional, untuk menutup kesenjangan pendanaan.“RUPTL pada dasarnya adalah daftar proyek yang memungkinkan investor asing merencanakan jauh ke depan. Anda bisa memilih proyek yang paling sesuai dan memulai persiapan lebih awal,” ujar Abdan lewat keterangan pers, Selasa . Untuk meningkatkan minat investor, PLN menyiapkan sejumlah mekanisme yang membuat proyek EBT lebih rendah risiko, salah satunya melalui Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL).Baca juga: PLN Lapor Listrik di Sumut Pulih 100 Persen  Kontrak ini memberikan kepastian pendapatan jangka panjang bagi pengembang, termasuk skema take-or-pay yang menjamin pembelian listrik oleh PLN selama masa kontrak, terlepas dari permintaan aktual. Skema tersebut memungkinkan PLN mengambil sebagian besar risiko pendapatan dan menjadi insentif penting bagi investor.Ia percaya PLN siap memenuhi kebutuhan energi para hyperscaler atau operator pusat data global yang akan berinvestasi di Indonesia.Penyediaan energi terbarukan untuk industri tersebut akan dilakukan melalui skema pengadaan khusus dan kontrak jangka panjang, sambil memastikan mandat PLN untuk menyediakan listrik terjangkau serta menjaga keandalan jaringan nasional tetap terlaksana.Melalui upaya pendekatan investor Inggris dan penguatan kerangka pendanaan EBT, PLN menegaskan komitmennya mempercepat transisi energi Indonesia serta memperluas peluang investasi hijau di pasar global.Baca juga: Tak Akan Izinkan Proyek EBT, Trump: Hari-hari Kebodohan Sudah Berakhir di AS!


(prf/ega)