Kakorlantas: 1,2 Juta Kendaraan Keluar Jakarta Saat Puncak Arus Mudik Nataru

2026-02-03 18:37:37
Kakorlantas: 1,2 Juta Kendaraan Keluar Jakarta Saat Puncak Arus Mudik Nataru
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho mengungkap sekitar 1,2 juta kendaraan meninggalkan Jakarta pada momen libur Natal dan tahun baru (Nataru). Mereka keluar ke arah Bandung, Jawa Timur maupun Sumatera."Total proyeksi dari 2,9 juta, saat ini sudah masuk di angka 41,5% kendaraan yang keluar dari Jakarta menuju ke arah Jawa maupun ke arah Sumatera," kata Irjen Agus kepada wartawan di kawasan Cawang, Jakarta Selatan, Kamis (25/12/2025).Irjen Agus menambahkan, puncak arus mudik pertama berlangsung Sabtu (20/12) dengan kendaraan yang melintas sebesar 189.000 kendaraan. Lalu puncak arus mudik selanjutnya berlangsung Rabu (24/12) dengan selisih angka yang tipis."Dan untuk puncak arus mudik yang kedua, itu dimulai dari tadi malam sampai dengan tadi pagi, mencapai angka 201.000 kendaraan," ucap dia.Dia menambahkan, arus lalu lintas selama puncak arus mudik kondusif. Beberapa wilayah sempat dilakukan rekayasa lalu lintas secara situasional sejak siang tadi."Secara umum, dilaporkan bahwa arus lalu lintas cukup terkendali. Tadi ada beberapa di wilayah Puncak dilakukan skenario one way maupun pengalihan arus karena ada beberapa titik perlambatan," jelas dia."Di wilayah Yogyakarta, tadi dilaporkan ada beberapa kepadatan khususnya di wilayah Malioboro, namun secara umum juga masih terkendali. Di jalur tol sendiri, tadi sempat dilakukan contraflow satu lajur di sore hari, namun secara umum juga terkendali," sambung dia.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Dalam pembukaan forum yang berlangsung di Hedley Bull Lecture Theater 3 tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq juga menekankan bahwa pembudayaan Bahasa Indonesia tak lagi hanya menjadi urusan domestik, tetapi sudah menjadi bagian dari strategi diplomasi yang relevan di tengah perubahan geopolitik kawasan.Ia menyebut bahwa posisi Indonesia dan Australia yang semakin strategis dalam dinamika Indo-Pasifik membuat penguatan bahasa menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.Menurutnya, kedua negara tidak hanya berbagi kedekatan geografis dan hubungan diplomatik yang panjang, tetapi juga berada pada simpul penting ekonomi masa depan.Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dan Australia sama-sama memiliki peran besar dalam rantai pasok mineral strategis yang menjadi tulang punggung transisi energi dan industri berkelanjutan. Situasi ini menempatkan kerja sama kedua negara bukan semata hubungan bilateral, tetapi bagian dari arsitektur geoekonomi global.Di atas fondasi itulah, bahasa dan pendidikan dipandang sebagai jembatan yang memperkuat kemitraan jangka panjang. Penguasaan Bahasa Indonesia di Australia maupun peningkatan pemahaman budaya di kedua belah pihak diyakini mampu memperluas ruang kolaborasi, mulai dari dunia akademik, industri, hingga diplomasi publik.“Saya hadir mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bapak Abdul Mu’ti dalam acara Kongres Pertama Bahasa Indonesia ini untuk menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam memperkuat peran Bahasa Indonesia di kawasan regional dan global melalui diplomasi pendidikan dan kebudayaan,” tegasnya.

| 2026-02-03 18:58