Keraton Surakarta Siapkan Bebadan Baru di Era Pakubuwono XIV, Lima Kerabat Sudah Kantongi Kekancingan

2026-01-12 06:34:23
Keraton Surakarta Siapkan Bebadan Baru di Era Pakubuwono XIV, Lima Kerabat Sudah Kantongi Kekancingan
- Keraton Solo memastikan akan membentuk bebadan baru setelah Sinuhun Pakubuwono XIV Hamengkunegoro naik tahta pada Sabtu .Informasi ini disampaikan oleh putri tertua almarhum Pakubuwono XIII, GKR Timoer Rumbai Kusuma Dewayani, yang kini ikut menyiapkan struktur anyar.Lima kerabat juga sudah menerima kekancingan sebagai penetapan resmi dari keraton untuk mulai menjalankan tugas.Langkah ini menjadi bagian dari penataan ulang kelembagaan setelah dinamika internal yang muncul pasca wafatnya Pakubuwono XIII.Baca juga: GKR Timoer Beri Penjelasan Soal Surat Wasiat PB XIII: Ini Sesuatu yang TabuGKR Timoer menjelaskan bahwa ada lima kerabat yang telah mendapatkan kekancingan setelah prosesi jumenengan berlangsung.Kekancingan merupakan surat keputusan resmi yang dikeluarkan oleh Keraton Solo untuk menetapkan peran atau kewenangan seseorang.Kelima penerimanya adalah:Baca juga: GKR Timoer: Struktur Kepengurusan Keraton Berganti Usai Pengukuhan KGPAA Hamangkunegoro Sebagai PB XIVGKR Timoer menegaskan bebadan lama peninggalan era Pakubuwono XIII tidak akan digunakan lagi karena setiap masa kepemimpinan memiliki susunan organisasi sendiri.“Tentu tidak (menggunakan bebadan lama). Karena setiap kepemimpinan baru bergantinya seorang raja, mereka akan melantik kelembagaan atau bebadan baru sesuai keputusan atau pandangan raja apakah beliau mampu memegang kepemimpinan di keraton,” jelasnya.Ia menyampaikan bahwa struktur organisasi baru masih dalam tahap perancangan.“Sedang kami rancang. Nanti akan kami umumkan,” ujarnya./Labib Zamani Putri tertua PB XIII sekaligus panitia acara Jumenengan Dalem PB XIV Hamengkunegoro, GKR Timoer Rumbai Kusuma Dewayani di Keraton Surakarta, Sabtu .Setelah Pakubuwono XIII wafat, Keraton Kasunanan Surakarta terbelah menjadi dua kubu.Sebagian kerabat menolak Purboyo sebagai penerus dan memilih menobatkan putra tertua PB XIII, KGPH Mangkubumi/Hangabehi, sebagai pewaris tahta.GKR Timoer menegaskan bahwa pihaknya sudah berusaha menjalin komunikasi dengan kerabat yang berbeda sikap, tetapi belum menemukan titik temu.“Kalau tidak mau kita ajak baik-baik, kita tinggalkan. Kalau kita menengok ke belakang terus, tidak akan maju-maju seperti masanya PB XIII,” pungkasnya.


(prf/ega)