Truk Tangki Oleng Tabrak Pembatas Jalan Tol JORR hingga Ringsek

2026-01-16 01:33:56
Truk Tangki Oleng Tabrak Pembatas Jalan Tol JORR hingga Ringsek
Kecelakaan lalu lintas truk tangki terjadi di Tol JORR, tepatnya di Meruya, Jakarta Barat. Dalam kecelakaan tunggal itu, truk menabrak pembatas jalan tol.Kasat PJR Polda Metro Jaya Kompol Dhanar Dhono Vernandie menyebut insiden ini terjadi pada pukul 15.00 WIB sore tadi. Truk tangki Toyota Dyna itu dikemudikan oleh pria inisial R. Akibat kecelakaan itu, mobil ringsek dan pembatas jalan rusak."Kerugian material berupa kendaraan ringsek bagian kiri dan gadril tol," kata Dhanar dalam keterangannya, Minggu (28/12/2025).Dhanar menjelaskan kronologi kecelakaan truk tangki tersebut. Menurutnya, sopir R tengah mengemudikan mobilnya mengarah ke Tol Jakarta-Tangerang (Janger) tiba-tiba oleng di kawasan Meruya."Kendaraan tangki Toyota Dyna datang dari timur mengarah Tol Janger, setiba di KM 08.500 B/Ramp 7 Meruya, sopir mengalami out off control sehingga menabrak gadril pembatas tol," ucapnya.Dhanar menyebut kecelakaan tunggal ini diduga disebabkan karena sopir R kurang konsentrasi. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut."Sopir kurang konsentrasi," ujarnya.Dia memastikan kecelakaan ini sudah ditangani oleh petugas terkait. Saat ini, pengemudi dan mobil truk sudah dievakuasi ke tempat yang aman.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-01-16 00:28