Banjir Bandang Kembali Melanda Padang Sumbar, Warga Diimbau Cari Tempat Aman

2026-02-05 12:24:44
Banjir Bandang Kembali Melanda Padang Sumbar, Warga Diimbau Cari Tempat Aman
PADANG, - Warga di Batu Busuak, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat Minggu kembali dilanda banjir bandang susulan.Untuk itu pemerintah mengimbau agar warga lebih waspada dengan kondisi curah hujan yang masih tinggi. Warga juga diminta mencari tempat yang aman. Baca juga: Kota Padang Sumbar Kembali Diterjang Banjir BandangHal ini disampaikan  Sekretaris Daerah Kota Padang Andre Algamar, Minggu . "Mengingat kondisi cuaca hujan, warga di lokasi bencana maupun di wilayah rawan diminta untuk waspada dan siaga terhadap banjir bandang susulan," katanya dilansir dari Antara.Saat ini pemerintah terus memantau situasi di lapangan. Baca juga: Kota Padang Sumbar Kembali Diterjang Banjir BandangSelain itu pemerintah juga menyalurkan bantuan untuk warga terdampak secara terus-menerus.. Menurutnya, saat ini ketinggian aliran air di daerah bencana masih kerap naik dengan cepat. Apalagi kondisi curah hujan yang tinggi di bagian hulu juga memperparah kondisi. Saat ini warga yang terdampak banjir dievakuasi oleh Tim SAR. Baca juga: Pascabanjir, Uji Coba Arus Lalu Lintas Padang–Padang Panjang untuk Mobil Berpeluang Dibuka 16 Desember 2025Bahkan Tim SAR dan TRC Semen Padang mengevakuasi 8 orang korban yang terjebak di tengah arus banjir yang deras.Proses evakuasi pun berlangsung dengan menegangkan selama hampir dua jam. Andre Algamar pun memantau langsung proses evakuasi ini bersama Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri. Sebanyak 8 warga pun akhirnya selamat setelah proses evakuasi yang menegangkan. 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-02-05 11:16