MALANG, - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang, Anas Muttaqin berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Malang lebih kreatif lagi menangani banjir yang kerap terjadi wilayah Kota Malang.Anas mengatakan, faktor utama penyebab banjir di Kota Malang adalah sendimentasi drainase dan sungai.Oleh karena itu, dia menawarkan salah satu solusi utama untuk menanggulangi banjir di Kota Malang, adalah pembersihan secara rutin sendimentasi drainase dan sungai.Ketua Komisi C DPRD Kota Malang itu juga mengusulkan beberapa solusi praktis menanggulangi banjir di Kota Malang, di antaranya penguatan sinergi antara pemerintah dan masyarakat."Pemkot Malang itu punya program Gerakan Angkat Sendimen dan Sampah (GASS). Nah, program itu tinggal diperkuat," kata Anas melalui sambungan telepon, Senin .Baca juga: Wali Kota Malang Jelaskan Faktor Penyebab Banjir Kepung Kota MalangKemudian, Anas berharap Pemkot Malang memperketat penertiban bangunan liar yang berada di area drainase."Banyak bangunan-bangunan liar yang dibangun di area drainase dan bibir sungai, mengakibatkan terganggunya saluran drainase dan sungai. Nah, hal itu saya kira perlu diperketat lagi," ujarnya.Selanjutnya, menurut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, yang tidak kalah penting adalah penguatan anggaran penanggulan kebencanaan."Anggaran pembangunan atau revitalisasi drainase saya kira penting untuk ditambah," katanya.Sejauh ini, Pemkot Malang mendapat anggaran dari pemerintah pusat, untuk membangun drainase di kawasan Jalan Sutoyo dan Galunggung.Baca juga: Kota Malang Diterjang Banjir, 39 Titik Tergenang hingga 1,5 Meter Lebih dari itu, Anas berharap juga perlu menambah anggaran untuk perbaikan drainase di kawasan lain, yang menjadi tempat langganan banjir."Tinggal Pemkot Malang saya kira perlu lebih kreatif lagi untuk meminta tambahan anggaran kebencanaan ke pemerintah pusat," ujarnya.Sebelumnya diberitakan, 39 titik di 3 Kecamatan di Kota Malang, yakni Kecamatan Sukun; Kecamatan Lowokwaru, dan Kecamatan Blimbing terendam banjir pada 4 Desember 2025.Akibat banjir tersebut, beberapa kawasan terendam air hingga ketinggian 1,5 meter dan ada rumah warga yang ambruk di kawasan Kelurahan Kedawung, Kecamatan Lowokwaru, sampai menimpa penghuninya.Walikota Malang, Wahyu Hidayat mengatakan, faktor utama terjadinya banjir itu akibat sedimentasi saluran air, khususnya di kawasan Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Letjen Sutoyo, hingga Jalan Sudimoro."Faktor utamanya rata-rata akibat banyaknya endapan sampah di saluran air, mengakibatkan alir terhambat, sehingga air meluber keluar,” ungkap Wahyu saat meninjau kawasan terdampak banjir di Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang pada 5 Desember 2025.Baca juga: BPBD Catat 39 Titik di Kota Malang Terdampak Banjir, Paling Parah Tenggelam hingga 1,5 Meter
(prf/ega)
Kota Malang Kerap Dilanda Banjir, Anggota DPRD Bicara soal Solusi Hingga Anggaran
2026-01-11 22:44:11
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 22:59
| 2026-01-11 22:39
| 2026-01-11 21:41
| 2026-01-11 21:27
| 2026-01-11 20:39










































