Siswa SLTAK Penabur Jakarta Borong Medali di OSN SMA 2025

2026-01-13 11:19:20
Siswa SLTAK Penabur Jakarta Borong Medali di OSN SMA 2025
- Pepatah “hasil tidak mengkhianati usaha” tampaknya benar-benar terbukti lewat perjuangan para siswa dari lima Sekolah Lanjutan Tingkat Atas Kristen (SLTAK) Penabur Jakarta. Mereka sukses memborong medali dalam ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) SMA 2025 yang digelar pada 6–12 Oktober di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur.Salah satunya, SMAK 5 Penabur yang berhasil mempersembahkan medali emas sekaligus gelar Absolute Winner OSN SMA 2025 bidang Matematika melalui siswanya, Chrysander Immanuel Ambrose.“Saya mempersiapkan diri selama dua tahun dengan belajar materi-materi baru OSN dan latihan soal. Ketika menemui soal sulit, saya mencoba cara lain untuk menyelesaikannya,” ujar Chrysander yang mengaku menyukai Matematika sejak sekolah dasar (SD). Ia menambahkan, kunci suksesnya adalah memahami soal dengan baik dan mengerjakan dari topik yang disukai terlebih dahulu.Baca juga: Atlet Taekwondo Nunukan Boyong 4 Medali Emas di MalaysiaPrestasi Chrysander bukan yang pertama. Sebelumnya, ia juga meraih medali emas dan Absolute Winner di OSN Matematika SD 2019 serta OSN Matematika SMP 2022. Di level internasional, Chrysander telah mengantongi medali emas dari berbagai ajang, seperti Singapore and Asian Schools Math Olympiad (SASMO), American Mathematics Competitions (AMC), dan Canadian Euclid Mathematics Contest (CEMC).Sumbangan medali emas juga datang dari SMAK 6 Penabur melalui Raphael Njauw (Kimia) dan Matthew Tjandra (Fisika). “Saya tertarik dengan Fisika sejak sekolah menengah pertama (SMP). Untuk OSN SMA, saya berlatih selama satu tahun dan mengikuti berbagai pelatihan. Saat lomba, saya hanya berusaha semampu saya dan menyerahkannya kepada Tuhan,” kata Matthew.“Puji Tuhan ternyata hasilnya memuaskan dan saya dapat membanggakan sekolah dan orangtua saya,” sambungnya. Baca juga: Kisah Perjalanan Jonathan, Siswa Penabur Junior College Tanjung Duren yang Meraih Medali Perak di IEO 2025Sementara itu siswa SMAK 6 Penabur lainnya, Bryson Ng meraih medali perak di bidang Informatika dan Kenneth Nicander Wijaya membawa pulang medali perunggu di bidang Biologi.Pengalaman berbeda datang dari Jonathan Ezekiel, siswa SMAK Penabur Gading Serpong yang meraih medali emas bidang Biologi.“Saya belajar dengan mengamati alam sekitar untuk memperdalam Biologi, tidak hanya membaca,” ujarnya. Jonathan mengaku telah mempersiapkan diri sejak awal SMA melalui bimbingan intensif dari guru dan latihan soal terstruktur. “Saat menghadapi soal sulit, saya mencoba melihat dari sudut pandang lain. Puji Tuhan, hasilnya membuahkan medali emas,” tambahnya.Baca juga: Profil MAN 2 Kota Malang, Raih Medali Emas Olimpiade Terbanyak OSN 2025


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-01-13 10:15