MAGELANG, - Yuni Laurensius Simamora, mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Tidar Magelang, mengalami kecemasan terkait kondisi keluarganya di Sumatera Utara setelah banjir melanda pada akhir November 2025.Ia kehilangan kontak dengan orangtuanya saat bencana tersebut terjadi.Rumah Yuni yang terletak di Kelurahan Deli, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, terkena banjir meski hanya sampai di halaman.Orangtuanya beserta tiga adiknya bertahan di rumah sambil menunggu air surut.Baca juga: Sebanyak 79 SMA/SMK di Sumut Terdampak Banjir, Kepala Dinas Pendidikan: Sampai Seleher SayaNamun, kediaman nenek dan kerabat lainnya terendam air setinggi betis."Akhirnya rumah kami jadi tempat mengungsi nenek dan saudara," ungkap Yuni saat dihubungi Kompas.com, Senin .Orangtua Yuni menghubunginya melalui telepon pada 26 November 2025, menginformasikan tentang banjir, pemadaman listrik, dan kesulitan sinyal jaringan internet.Setelah panggilan itu, komunikasi semakin sulit dilakukan, membuat Yuni khawatir akan kondisi keluarganya."Baru ada kabar tanggal 29 November," ujarnya.Selama satu pekan terakhir, Yuni tak pernah absen menanyakan kabar keluarganya.Saat ini, kondisi lingkungan rumah Yuni berangsur membaik.Saudara-saudara sudah kembali ke rumah masing-masing, dan para tetangga juga telah meninggalkan posko pengungsian.Meskipun demikian, warga Kelurahan Deli masih diingatkan untuk waspada terhadap kemungkinan banjir susulan yang diperkirakan terjadi antara 1-9 Desember 2025."Rumah kami itu ada di pesisir Laut Belawan, sehingga ada peringatan waspada mulai 1-9 Desember," jelasnya.Senada dengan Yuni, Mien Claudia, mahasiswa Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tidar, juga merasakan kecemasan serupa.
(prf/ega)
Cerita Cemasnya Yuni, Mahasiswa Rantau di Magelang, Sempat Kehilangan Kontak dengan Keluarga Saat Banjir Landa Sumut
2026-01-11 22:49:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 23:28
| 2026-01-11 22:51
| 2026-01-11 22:46
| 2026-01-11 22:05
| 2026-01-11 21:51










































