Prabowo Tak Menampik Bahas Soal Kereta Saat Bertemu Ignasius Jonan

2026-01-12 04:50:57
Prabowo Tak Menampik Bahas Soal Kereta Saat Bertemu Ignasius Jonan
- Presiden Prabowo Subianto mengaku membicarakan banyak hal dalam pertemuannya dengan eks Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) Ignasius Jonan pada Senin kemarin.Selama dua jam pertemuan itu, Prabowo tak menampik kerap membahas masalah kereta dengan Jonan."Ya kita bicara selalu (soal kereta)," ujar Prabowo singkat usai peresmian Stasiun Tanah Abang Baru di Cideng, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa , dikutip dari Kompas.com.Baca juga: Prabowo Sebut Uang untuk Bayar Utang Whoosh Tersedia, Sanggupi Rp 1,2 Triliun Per TahunLanjut Kepala Negara, pertemuan itu juga menjadi ajang tukar-menukar pandangan."Ya, kita tukar-menukar pandangan, ya. Beliau, saya kira, tokoh. Tokoh bangsa. Jadi, saya senang selalu ketemu dan tukar-menukar pandangan dalam banyak hal," tuturnya.Sementara terkait polemik utang Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) atau Whoosh, Prabowo menekankan tidak ada masalah dan ia siap bertanggung jawab."Pokoknya enggak ada masalah, karena itu kita bayar mungkin Rp 1,2 triliun per tahun, tukas Prabowo.Sebelumnya, Jonan mengaku tak membahas polemik Whoosh dengan Prabowo.Ia diketahui tiba di Istana Kepresidenan pada pukul 15.34 WIB dan keluar dari lingkungan Istana Negara pada pukul 18.20 WIB."Enggak, enggak (bahas kereta cepat). Enggak, saya nggak diminta masukan kok soal itu," imbuh Jonan usai bertemu selama dua jam di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin .Baca juga: Prabowo soal Whoosh: Jangan Dihitung Untung Rugi, Saya Akan Tanggung JawabJonan berdalih, kedatangannya ke Istana untuk berbagi cerita dan berdiskusi sebagai rakyat dan warga negara.Diskusi itu seputar program-program yang dijalankan oleh Prabowo selama ini.Begitu pun peran aktif Prabowo dalam diplomasi luar negeri, pengembangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta partisipasi BUMN untuk Indonesia.Lalu, program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, hingga Koperasi Desa Merah Putih yang mampu menciptakan efek merambat (multiplier effect) kepada perekonomian.Selama diskusi berlangsung, Kepala Negara mendengarkan dengan baik.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-01-12 03:14