Studi: DNA Beruang Kutub Berubah Unik Demi Beradaptasi dengan Perubahan Iklim

2026-01-12 10:35:48
Studi: DNA Beruang Kutub Berubah Unik Demi Beradaptasi dengan Perubahan Iklim
- Saat es di habitat beruang kutub mencair dengan cepat, ilmuwan menemukan secercah harapan baru.Sebuah studi menemukan perubahan signifikan pada DNA beruang kutub yang hidup di Greenland selatan, menunjukkan bahwa gen mereka mungkin sedang beradaptasi dengan kondisi iklim yang lebih hangat.Penelitian ini, yang digawangi oleh ilmuwan dari University of East Anglia, dianggap sebagai temuan pertama yang menunjukkan hubungan signifikan secara statistik antara kenaikan suhu dan perubahan genetik pada spesies mamalia liar.Sebelumnya, kelangsungan hidup beruang kutub terancam serius.Diperkirakan dua pertiga dari populasi global akan menghilang pada tahun 2050 karena habitat es mereka mencair akibat pemanasan global.Baca juga: Gigi Fosil Ungkap Rahasia Mamalia Purba Hadapi Pemanasan Global 56 Juta Tahun LaluPara peneliti menganalisis sampel darah yang diambil dari beruang kutub di dua wilayah Greenland—utara yang lebih dingin dan tenggara yang jauh lebih hangat dan variabel suhunya.Mereka membandingkan aktivitas “jumping genes” (gen pelompat), yaitu potongan kecil DNA bergerak yang dapat memengaruhi cara kerja gen lain.Peneliti utama, Dr. Alice Godden, menjelaskan bagaimana suhu yang meningkat memicu perubahan dramatis ini.“DNA adalah buku instruksi di dalam setiap sel, yang memandu bagaimana organisme tumbuh dan berkembang,” kata Dr. Alice Godden, dikutip The Guardian.“Dengan membandingkan gen aktif beruang ini dengan data iklim lokal, kami menemukan bahwa kenaikan suhu tampaknya mendorong peningkatan dramatis dalam aktivitas jumping genes di dalam DNA beruang Greenland tenggara.”Dr. Godden menegaskan bahwa perubahan ini terjadi sangat cepat di kelompok beruang kutub yang hidup di wilayah paling hangat.“Temuan ini penting karena menunjukkan, untuk pertama kalinya, bahwa sekelompok unik beruang kutub di bagian terhangat Greenland menggunakan ‘jumping genes’ untuk dengan cepat menulis ulang DNA mereka sendiri, yang mungkin merupakan mekanisme bertahan hidup yang putus asa terhadap mencairnya es laut,” tambahnya.Perubahan genetik ini terlihat di area yang terkait dengan stres akibat panas, penuaan, dan metabolisme lemak, yang bisa membantu adaptasi beruang kutub di tengah langkanya makanan.Beruang di wilayah tenggara yang lebih hangat telah dipaksa mengonsumsi makanan yang lebih kasar dan berbasis tumbuhan, berbeda dengan pola makan berbasis anjing laut berlemak milik beruang di utara.Menariknya, DNA beruang kutub di tenggara tampaknya beradaptasi dengan perubahan diet ini.


(prf/ega)