Jujur, Chef Juna Bongkar Rasa Masakan Peserta MasterChef Indonesia

2026-02-02 01:03:07
Jujur, Chef Juna Bongkar Rasa Masakan Peserta MasterChef Indonesia
JAKARTA, - Menjadi juri MasterChef Indonesia, Chef Juna bongkar alasan dirinya sering membuang makanan peserta MasterChef yang sudah dicicipi.Bukan akting, sikap yang Juna tunjukkan selama menjadi juri MasterChef adalah respons jujur dirinya."Kadang, ada yang masak, Chef Juna..beneran enggak enak?" tanya Raditya Dika di konten YouTubenya, dikutip Rabu ."Beneran. Demi apa, majority makanan mereka tidak enak," ungkapnya.Baca juga: Tak Pernah Merasakan Melamar Pekerjaan Selama di Amerika Serikat, Chef Juna: Saya BeruntungJuna tak mau bohong, reaksi yang ditunjukkan adalah bentuk respons alaminya."Maaf ya, saya jujur saja," kata Juna lagi.Namun Juna juga menjelaskan, bahwa itu bukan berarti para peserta tidak bisa memasak.Hanya saja menurutnya itu jauh dari kata layak untuk dihidangkan untuk kompetisi."Enggak bilang mereka enggak bisa masak," ucap Juna.Baca juga: Penjelasan Chef Juna soal Belinda Tak Bisa Potong Daging Domba tapi Menang MCI 11"Tapi mungkin beneran enggak layak di kompetisi sih," tegasnya kemudian.Juna menegaskan bahwa itu bukan hanya ditemukan dari satu atau dua orang peserta, tapi sebagian besar."Saya enggak bilang mereka enggak bisa masak," tutur Juna."Tapi saya akan menyatakan masih belum layak untuk berkompetisi. Sebagian besar," ucapnya.Mengenai MasterChef Indonesia yang sering disalah artikan sebagai kompetisi memasak bergengsi, Juna juga memberikan penjelasan."Saya mesti luruskan apa MasterChef, kalau awal mulanya terutama MasterChef Indonesia yang kita tahu, (season) 1 dan 2 ini bener-bener kompetisi memasak antar tukang masak amatir atau yang hobi untuk menyandang gelar MasterChef Indonesia," ujar Juna."MasterChef Indonesia, blak-blakan ya, bukan kompetisi paling gengsi, bukan. MasterChef Indonesia adalah brand cooking competition reality show, di seluruh dunia ada," lanjutnya.Juna mengatakan ada kompetisi memasak profesional, tapi memang bukan acara televisi. Berbeda dengan MasterChef Indonesia.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-02-02 00:41