Proses Pemakaman Raja Solo, Pakubuwono XIII di Imogiri

2026-02-03 12:28:54
Proses Pemakaman Raja Solo, Pakubuwono XIII di Imogiri
- Sri Susuhunan Pakubuwana XIII Hangabehi, Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, wafat pada Minggu pagi, 2 November 2025, di Rumah Sakit Indriati, Solo Baru, Sukoharjo.Ia dimakamkan di tempat yang telah menjadi simbol keabadian para leluhur Mataram Islam: Astana Pajimatan Imogiri. Prosesi pemakaman Pakubuwana XIII dijadwalkan pada Rabu, 5 November 2025. Keputusan itu tidak diambil sembarangan. KGPH Hangabehi, putra tertua mendiang raja, menjelaskan bahwa pemakaman ditunda karena perhitungan hari Jawa.“Hari Selasa itu weton Kliwon, yang dalam perhitungan keraton dianggap kurang baik. Karena itu, pemakaman dipilih pada hari Rabu. Selain itu, juga masih menunggu kedatangan tamu dari berbagai pihak,” tutur KGPH Hangabegi ketika dijumpai Kompas.com di Keraton Kasunanan Hadiningrat Surakarta, Senin . Sejak hari wafatnya, keraton menerima tamu tanpa henti. Para abdi dalem, sentono, masyarakat, hingga pejabat datang memberi penghormatan terakhir. Di Sasana Parasdya, tempat jenazah disemayamkan, doa dan tembang Jawa mengiringi setiap langkah peziarah yang datang.Baca juga: Pakubuwono XIII: Profil dan Sejarah GelarnyaKOMPAS.COM/Fristin Intan Sulistyowati Kereta jenazah khusus disiapkan untuk mengantarkan jenazah Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Kanjeng Sinuhun Pakubuwono (PB) XIII.Sebelum di makamkan, jenazah Sinuhun Pakubuwono XIII menjalani upacara adat di dalam Keraton. Jenazah dimandikan di Masjid Dalam Pujasumo. Di mana tempat ini memiliki nilai sakral karena sejak dahulu sudah digunakan sebagai prosesi pemandian jenazah para raja Surakarta. Setelah dimandikan, jenazah diberi busana, dibungkus kain kafan, dan dimasukkan ke dalam peti (tabelo) untuk kemudian disemayamkan di Sasana Parasdya, tempat di mana masyarakat dan tamu undangan dapat memberikan penghormatan terakhir.Di malam harinya dilakukan doa-doa bersama untuk Sinuhun. Ramai dengan tamu berpakaian adat Jawa dan wewangian bunga. Keesokan harinya, kirab dilakukan. Dari Keraton Surakarta, jenazah dikirab menggunakan kereta jenazah yang merupakan kendaraan pusaka peninggalan keraton. Kereta jenazah ditarik oleh delapan ekor kuda menuju Loji Gandrung, rumah dinas Wali Kota Solo. "Layonnya nanti dikirab dari Keraton menuju Alun-alun Selatan, kemudian ke perempatan Gemblegan, ke arah Nonongan, dan ke Jalan Slamet Riyadi. Setelah berhenti di Loji Gandrung,,” jelas KGPH Hangabehi. Sesampainya di Loji Gandrung, jenazah dipindahkan ke ambulans yang akan membawa ke Imogiri. Setiba di sana, jenazah disemayamkan di Masjid Imogiri, disalatkan, lalu diarak menapaki ratusan anak tangga menuju puncak bukit tempat makam para raja Mataram berada.Baca juga: Sri Susuhunan Pakubuwono I: Silsilah dan Perjalanannya menjadi Rajakebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbyogyakarta Gapura Supit Urang secara simbolis merupakan gapura pertama untuk masuk ke Kompleks Makam Imogiri.Imogiri bukan sekadar bukit sunyi. Ia adalah simbol spiritual dan kebudayaan Jawa. Dikenal sebagai Pasareyan Agung Imogiri, kompleks ini menjadi peristirahatan bagi para raja dari Kasultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta. Di tempat ini, dunia fana seolah bertemu dengan alam keabadian leluhur Mataram.Gagasan pembangunan makam kerajaan di bukit ini berawal dari kehendak Sultan Agung Hanyakrakusuma, raja Mataram abad ke-17. Awalnya, ia ingin dimakamkan di Bukit Giriloyo, tetapi kemudian memindahkan lokasi ke Bukit Merak, kini dikenal sebagai Imogiri.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Lebih lanjut, Purwadi menyampaikan arahan terkait reformasi birokrasi dari Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan birokrasi harus semakin responsif dan tidak mempersulit masyarakat.Birokrasi juga diminta memiliki komitmen yang kuat terhadap efektivitas alokasi anggaran dan pemberantasan korupsi serta kebocoran anggaran.“Sebab, tanpa integritas, tidak mungkin kita membangun birokrasi yang dipercaya publik,” ungkapnya. Baca juga: Menteri PANRB Rini Raih Penghargaan Adibhakti Sanapati 2025 dari BSSNPerlu diketahui, mulai 2023, Kementerian PANRB mendorong pelaksanaan evaluasi Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Mandiri di sejumlah kementerian/lembaga.Sampai saat ini, penilaian tersebut diperluas pada 19 kementerian/lembaga (K/L) dan lima pemerintah provinsi termasuk Mahkamah Agung (MA).Purwadi juga memberikan apresiasi kepada MA yang telah menunjukkan upaya memperkuat integritas ke tahap yang lebih matang. “Capaian ini merupakan buah dari kerja keras, komitmen dan keteladanan dalam menjaga integritas serta meningkatkan mutu layanan kepada masyarakat,” katanya.Dia menyampaikan, untuk menjaga keberlanjutan reformasi birokrasi, diperlukan upaya untuk memastikan langkah-langkah ke depan berjalan dengan konsisten, menyeluruh, dan semakin berdampak.Baca juga: Menteri PANRB Dukung Badan Narkotika Nasional Akselerasi Program P4GNPertama, pembangunan zona integritas harus terus diperluas. Kedua, pemanfaatan digitalisasi proses peradilan perlu ditingkatkan. Ketiga, memperkuat mekanisme pengawasan dan pencegahan korupsi. Keempat, kualitas sumber daya manusia (SDM) peradilan harus terus ditingkatkan secara berkelanjutan serta perlu kolaborasi yang berkelanjutan.Prestasi tersebut bukan hanya untuk keberhasilan administratif, tetapi wujud inspirasi bagi satuan kerja lain untuk terus melakukan perbaikan dan memperkuat budaya kerja yang berkualitas.“Saya berharap, upaya ini menjadi pemicu bagi lahirnya lebih banyak perubahan konkret yang memberi dampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya. Baca juga: Target Penempatan 500.000 PMI pada 2026, Menteri PANRB Siap Dukung Penguatan Kelembagaan Kementerian P2MI

| 2026-02-03 12:16