KULON PROGO, — Senyum tulus menghiasi wajah Budi Prayitno (40) dan Sutriani (42) saat melihat anak-anak mereka, Nuri Alin yang masih SMP dan Valen yang duduk di bangku sekolah dasar, bermain ceria di halaman kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu .Keluarga kecil asal Padukuhan Gondangan, Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Pengasih ini sedang bersiap untuk memulai petualangan baru mereka sebagai transmigran menuju Desa Torire, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, yang dijadwalkan berlangsung pada hari Minggu nanti.Keputusan untuk bertransmigrasi bukanlah hal yang diambil secara tiba-tiba.Baca juga: Jeruk Madu Yichang, Bukti Keberhasilan Mengubah Kawasan Transmigrasi Jadi Sentra Ekonomi DuniaDalam satu tahun terakhir, mereka menjalani serangkaian proses yang panjang, mulai dari pendaftaran, seleksi, pelatihan, hingga survei lapangan selama empat hari di Poso, serta pelatihan pertanian selama dua minggu di Yogyakarta.Kini, keberangkatan yang ditunggu-tunggu itu sudah di depan mata.“Kerja saya buruh serabutan. Penghasilan tak cukup untuk makan dan biaya sekolah. Kami berniat memperbaiki ekonomi keluarga,” ungkap Budi, mantan sopir pengantar kelapa ke Solo.Sebagai buruh serabutan, Budi mengaku pendapatannya tidak stabil.Ia sering mengantar kelapa ke Solo dua kali dalam seminggu, membantu membuat arang milik orangtua, hingga ikut bertani jagung dan kacang.Penghasilannya harian sering kali tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan keluarganya yang semakin mendesak.Sutriani pun menyampaikan hal yang sama.Baca juga: Pemerintah Indonesia Tindak Lanjuti Minat Investor Wuhan untuk Bangun Desa Pariwisata Pertanian di Kawasan Transmigrasi“Pendapatan Rp 200.000, keluarnya lebih dari itu. Buat makan, sekolah, listrik. Boro-boro nabung…” cetus Sutriani dengan nada sedih.Setelah mempertimbangkan berbagai faktor, keduanya sepakat untuk mengubah nasib melalui transmigrasi.Namun, keputusan ini sempat mengundang penolakan dari anak sulung mereka."Namanya anak, berat meninggalkan teman. Saya cuma bisa jelaskan pelan-pelan… ini buat masa depan,” kata Sutriani. Kini, anak mereka meskipun masih merasa takut, mulai menerima keputusan orang tua untuk bertransmigrasi.
(prf/ega)
Budi Boyong Keluarga Transmigrasi, Hijrah ke Poso Tinggalkan Kehidupan Sulit di Kulon Progo
2026-01-12 06:42:04
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:02
| 2026-01-12 05:43
| 2026-01-12 05:20
| 2026-01-12 05:11
| 2026-01-12 04:51










































