Ditangkap Lagi, Ini Preman Ngamuk Mau Bacok Pedagang di Ciputat

2026-02-04 22:40:51
Ditangkap Lagi, Ini Preman Ngamuk Mau Bacok Pedagang di Ciputat
DH alias Aldo, pelaku premanisme di Pasar Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), ditangkap. Aldo masih diperiksa intensif terkait kasus tersebut.Dalam foto yang dibagikan Instagram Polsek Ciputat Timur, @polsekciputattimur, Selasa , pelaku terlihat mengenakan jaket berwarna hitam. Pelaku ditangkap di wilayah Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat (Jabar).Sejumlah anggota kepolisian tampak menangkap pelaku. Pelaku tak berkutik saat ditangkap penyidik. Saat ini, pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif.Tim Jatanras Polda Metro Jaya pernah menangkap Aldo pada Januari lalu. Saat itu, Aldo ditangkap karena memalak petugas konter handphone (HP).Saat pelaku ditangkap di Bogor, polisi menyita sejumlah barang bukti. DH ditangkap setelah memeras dan mengancam pedagang ayam di Pasar Jombang pada Senin ."Disita sejumlah barang bukti berupa sebilah pisau daging, pakaian, dan satu unit telepon seluler," katanya Aldo juga merusak sejumlah barang di lokasi. Korban mengalami kerugian jutaan rupiah."Akibat perbuatannya, korban mengalami kerugian sekitar Rp 1.220.000, terdiri atas uang tunai dan dagangan ayam yang rusak," katanya.Tim Jatanras Polda Metro Jaya pernah menangkap Aldo pada Januari lalu. Saat itu, Aldo ditangkap karena memalak petugas konter handphone (HP).Aldo ditangkap Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada akhir Januari lalu karena memalak dan mengamuk ke petugas konter HP.Saat itu, Aldo memalak petugas konter HP dengan alasan uang keamanan. Aldo juga kala itu mengamuk ketika tidak diberi uang.Peristiwa itu juga sempat ramai di medsos. Petugas konter HP menjadi ketakutan karena Aldo juga melemparkan sejumlah barang ketika tak diberi uang.Simak Video: Preman Nggak Diberi Duit, Ngamuk Nyaris Bacok Pedagang di Ciputat[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Lainnya

Berita Terpopuler

#2

Dampak kecelakaan tersebut dinilai sangat fatal. Sebanyak 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, 15 korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Selain korban meninggal, sebanyak 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sembilan korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Fakta lain yang terungkap dalam penyelidikan awal adalah latar belakang pengemudi bus. Sopir PO Cahaya Trans tersebut diketahui masih tergolong baru mengemudikan rute Bogor–Yogyakarta.Pengemudi baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi pada rute tersebut dan kini telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam peristiwa kecelakaan maut di Tol Kota Semarang ini, pengemudi dilaporkan hanya mengalami luka ringan.Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang, Polisi Dalami Dugaan Sopir Minim Jam TerbangDok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Salah satu korban selamat adalah kernet bus, Robi Sugianto (51), warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.Robi mengalami patah tulang pada kaki kanan serta luka di bagian kepala. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kernet berada di bagian depan bus dan menyadari kendaraan tiba-tiba miring ke kanan sebelum akhirnya terguling dan menghantam pembatas jalan tol.Polda Jawa Tengah memastikan seluruh korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan profesional.Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemeriksaan kondisi kendaraan, kontur dan kondisi jalan, hingga faktor pengemudi.Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal

| 2026-02-04 22:37