Ringkasan: - Tiap perusahaan Artificial Intelligence (AI) global boleh bersaing menghadirkan platform tercerdas. Namun, Nvidia tetap bertengger di balik mereka. Nvidia sukses mendominasi industri AI lewat chip buatannya.Perusahaan-perusahaan AI membutuhkan pusat data yang dilengkapi dengan ribuan hingga jutaan chip atau Graphic Processing Unit (GPU), untuk mengembangkan dan mengolah platform kecerdasan buatan mereka sehingga bisa digunakan dalam skala besar.Baca juga: Anak Magang Dipaksa Serahkan Hadiah Nvidia RTX 5060, Akhirnya Pilih ResignPusat data AI itu kini rata-rata menggunakan GPU dari Nvidia. Dengan dominasinya saat ini, Nvidia tampak seperti perusahaan yang memiliki prediksi kuat dan telah mempersiapkan jauh-jauh hari bahwa teknologi AI akan menjadi kebutuhan utama di era sekarang.Akan tetapi, jika menelisik pernyataan-pernyataan CEO Nvidia Jensen Huang, salah satu hal yang menarik adalah perusahaan ini nyatanya tidak dibangun dengan visi atau prediksi kuat tentang AI.Dari pernyataan-pernyataan Huang, Nvidia lebih cocok digambarkan sebagai perusahaan yang bermodalkan nekat. Bagaimana tidak demikian, pada 2024, Huang menyebut jika kesuksesan Nvidia saat ini tidak dibangun dengan prediksi yang kuat tentang AI.Dalam sebuah wawancara bersama CNBC, Huang menyampaikan bahwa kesuksesan yang mereka peroleh dari perkembangan industri AI adalah sebuah kombinasi dari keberuntungan dan keterampilan.“Kami hanya percaya bahwa suatu saat sesuatu yang baru bakal muncul dan sisanya membutuhkan beberapa keberuntungan. Ini bukan prediksi. Prediksinya adalah komputasi yang semakin cepat,” kata Huang sebagaimana dilansir CNBC, Selasa .Jika ditelisik lebih jauh lagi, pernyataan yang tidak menggambarkan kepemilikan visi kuat itu tampaknya konsisten keluar dari mulut Huang sejak masih muda. Sebagai informasi, Jensen Huang kini sudah menginjak usia 62 tahun.Lebih dari satu dekade lalu, tepatnya pada 2011, pemimpin perusahaan yang berlokasi Silicon Valley itu pernah mengungkapkan bahwa Nvidia cenderung dibangun atas dasar keyakinan yang adaptif, alih-alih visi gemilang.Ungkapan tersebut muncul di sebuah video YouTube tertanggal 24 Juni 2011 yang menampilkan Huang sedang mengisi kuliah umum di Universitas Stanford.Saat itu, Nvidia sudah dikenal sebagai pembuat kartu grafis yang populer di kalangan gamer, tapi belum menjadi perusahaan terkemuka dengan saham yang masih diperdagangkan di angka belasan dollar.Video tersebut tak menunjukkan Jensen Huang dan Nvidia memiliki gambaran bahwa AI akan berkembang pesat di masa sekarang. Akan tetapi, pernyataan Huang di masa itu justru menjadi fondasi penting bagi Nvidia menjajaki perkembangan teknologi AI.Di video tersebut, Huang mengaku tidak memiliki visi. Sikap ini cukup bertolak belakang dengan pemimpin-pemimpin perusahaan teknologi kala itu yang kerap melantangkan visi-visi gemilang untuk mengubah dunia."Visi itu kata yang terlalu berat. Kata itu menyiratkan bahwa Anda tahu persis apa yang akan terjadi di masa depan, bahwa Anda punya bola kristal," ujarnya di hadapan mahasiswa Stanford saat itu.
(prf/ega)
Resep Sukses Nvidia Mendominasi Industri AI, Modal Nekat
2026-01-12 15:18:35
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 14:47
| 2026-01-12 14:24
| 2026-01-12 14:21
| 2026-01-12 12:55










































