Sebulan Usai Banjir Tapteng, Sumber Air Warga Sorkam Tercemar Lumpur

2026-01-13 18:34:16
Sebulan Usai Banjir Tapteng, Sumber Air Warga Sorkam Tercemar Lumpur
MEDAN, - Kelurahan Sorkam, Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara masih merasakan kesulitan air bersih usai banjir yang menerjang sekitar sebulan lalu.Sejumlah sumber air warga rusak dan tercemar lumpur. Hal ini dinilai menyulitkan aktivitas masyarakat sehari-hari.Kondisi ini dibenarkan Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan.Ia mengatakan, kondisi ini juga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.Baca juga: Korban Bencana Tapteng Curhat ke Bobby: Rumah Saya Hilang, Tersapu Longsor, Tertanam Lumpur"Pasca banjir bandang, sejumlah sumber air warga rusak dan tercemar lumpur, sehingga menyulitkan aktivitas sehari-hari serta berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan," katanya dalam keterangan tertulis, Minggu .Ferry mengatakan, untuk mengatasi persoalan itu, pihaknya melakukan pembangunan sumur bor di Desa Sorkam pada Sabtu .Proses pengerjaan dilakukan mulai pukul 08.00 WIB dan selesai dikerjakan hingga pukul 14.00 WIB.Ia mengatakan, pembangunan sumur bor ini diperuntukkan bagi kepentingan bersama. Seperti untuk memasak atau mencuci.Baca juga: Tinjau Lokasi Rumah Terdampak Banjir di Tapteng, Bobby: Semua Akan Diganti Presiden"Semoga masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas dengan lebih layak dan sehat. Sumur bor ini diperuntukkan bagi kepentingan bersama warga, seperti kebutuhan memasak, mencuci, serta menjaga kebersihan lingkungan pasca bencana," katanya.Dia menambahkan, proses pengerjaan dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan dan kualitas, sehingga fasilitas yang dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.Ferry berharap bantuan ini mampu meringankan beban masyarakat sekaligus mempercepat pemulihan kondisi kehidupan warga menuju keadaan yang normal, sehat, dan produktif pasca bencana banjir.Sebelumnya diberitakan, peristiwa banjir dan longsor menerjang Tapteng pada Senin .Baca juga: Di Bawah Tenda Plastik, Korban Bencana Tapteng Rayakan Natal dengan Penuh HarapanAkibat musibah ini, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Minggu , tercatat sebanyak 127 orang meninggal, 37 hilang, dan luka-luka 11 orang.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-01-13 17:33