JAKARTA, - Ketua DPR RI, Puan Maharani menyampaikan keperihatinan atas bencana bandang dan tanah longsor di sejumlah wilayah di Sumatera Utara (Sumut).Dia lantas meminta pemerintah segera memberikan bantuan logistik kepada korban dan warga terdampak bencana banjir.“Setiap kebutuhan masyarakat terdampak harus menjadi perhatian Pemerintah. Pemberian bantuan logistik jangan sampai terlambat, dan area tempat pengungsian harus dipastikan kenyamanannya,” kata Puan dalam keterangan tertulisnya, Rabu .Tak hanya bantuan logistik, Puan juga meminta pemerintah daerah bekerja sama dengan para pemangku kebijakan lainnya untuk menyediakan layanan trauma healing bagi warga.Baca juga: TNI Kerahkan 555 Pasukan Bantu Evakuasi Korban dan Buka Akses Jalan Usai Banjir di SumutSebab, menurut dia, bencana tidak hanya meluluhlantakkan bangunan tetapi juga berdampak terhadap psikologis masyarakat.“Dan Pemda beserta stakeholder terkait perlu juga menyiapkan layanan trauma healing bagi warga. Bencana alam tidak pernah mudah untuk dilalui, apalagi bagi mereka yang kehilangan,” ujarnya.“Hindari ego sektoral, pastikan keselamatan masyarakat yang paling utama,” kata Puan melanjutkan.Lebih lanjut, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) ini berharap proses evakuasi korban berjalan dengan lancar."DPR RI menyampaikan keprihatinan dan dukacita mendalam atas bencana alam di sejumlah daerah di Sumatera Utara. Kita harap proses evakuasi yang masih dilakukan tim SAR berjalan dengan lancar,” ujar Puan.Baca juga: Banjir Bandang Terjang Humbahas Sumut: 2 Orang Tewas, 4 Luka Berat, 5 HilangSebagaimana diberitakan, bencana banjir dan longsor melanda tujuh kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara (Sumut).Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan, ada empat kabupaten/kota yang musibah longsor dan banjirnya datang bersamaan, yakni Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah (Tapteng), dan Tapanuli Selatan (Tapsel).Sementara itu, tiga wilayah lain seperti Kota Padangsidimpuan, Kabupaten Mandailing Natal, dan Nias Selatan hanya terendam banjir.Namun, Abdul Mahari menjelaskan bahwa data yang disampaikan BNPB bersifat sementara dan masih berpotensi mengalami perkembangan sesuai dengan hasil kaji cepat lanjutan di lapangan.Baca juga: Pemerintah Diminta Siapkan Pemulihan Infrastruktur Terdampak Banjir-Longsor di SumutKemudian, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Polda Sumut, bencana tersebut menyebabkan 17 warga meninggal dunia hingga Rabu, 26 November 2025 pagi.Dengan rincian, lima korban meninggal di Sibolga, delapan orang di Tapsel, dan empat orang di Tapteng.Selain memakan korban, banjir dan longsor di Tapanuli Utara menyebabkan 50 unit rumah terdampak dan dua jembatan terputus.Sementara itu, di Tapanuli Tengah, banjir yang terjadi di sembilan kecamatan menyebabkan 1.902 unit rumah yang terdampak.Baca juga: DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat Bantu Korban Banjir Sibolga
(prf/ega)
Banjir dan Longsor di Sumut, Puan: Bantuan Logistik Jangan sampai Terlambat
2026-01-11 05:35:20
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 22:48
| 2026-01-11 22:00
| 2026-01-11 21:09
| 2026-01-11 21:04
| 2026-01-11 20:55










































