Kepala BNN Terima Penghargaan 'Tokoh Peduli Desa' dari Apdesi Merah Putih

2026-01-30 10:35:38
Kepala BNN Terima Penghargaan 'Tokoh Peduli Desa' dari Apdesi Merah Putih
Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Suyudi Ario Seto, menerima penghargaan sebagai Tokoh Peduli Desa dari Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Merah Putih. Suyudi menegaskan bahwa pencegahan dan pemberantasan narkoba tidak bisa berjalan tanpa dukungan pemerintah desa.Momen pemberian penghargaan itu diberikan dalam rangkaian acara Pelantikan Pengurus Apdesi Merah Putih serta Deklarasi Desa Bersinar, Selasa (25/11/2025).Ketua MPO Pusat Apdesi, Agung Heri, menyampaikan penghargaan itu merupakan bentuk apresiasi atas komitmen dan kontribusi Kepala BNN dalam mendorong penguatan program Desa Bersinar (Bersih Narkoba) di seluruh Indonesia.Apdesi Merah Putih menilai Suyudi telah menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap pembangunan desa, khususnya melalui upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika yang kini tidak hanya mengancam wilayah perkotaan, tetapi juga pedesaan.Dalam kesempatan tersebut, Suyudi menyampaikan apresiasi atas penghargaan tersebut. Dia mengatakan penghargaan itu dianugerahkan kepada seluruh jajaran BNN dan para kepala desa."Penghargaan ini bukan hanya untuk saya, tetapi untuk seluruh insan BNN dan para kepala desa yang selama ini bekerja bersama menjaga generasi bangsa. Sinergi antara BNN dan desa adalah kunci untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045," ungkapnya.Lebih lanjut, Suyudi menekankan pentingnya memperkuat integrasi program Desa Bersinar ke dalam perencanaan pembangunan desa agar upaya pencegahan, pemberdayaan, hingga rehabilitasi dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.Tonton juga Video: Momen Prabowo Lantik Wakil Ketua MA hingga Kepala BNN[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Lainnya

Berita Terpopuler

#2

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-01-30 11:05