Pengusaha Minta Pemerintah Kaji Ulang Rencana Cukai Diapers dan Tisu Basah

2026-01-12 08:15:59
Pengusaha Minta Pemerintah Kaji Ulang Rencana Cukai Diapers dan Tisu Basah
JAKARTA, -Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) meminta pemerintah meninjau ulang rencana pengenaan cukai untuk popok sekali pakai dan tisu basah.APKI menilai kebijakan ini berpotensi menambah tekanan bagi industri dan membebani masyarakat.Sementara isu lingkungan yang menjadi dasar wacana cukai dianggap belum disentuh secara substansial.Baca juga: Kebijakan Tarif Impor AS Bakal Jadi Tantangan bagi Industri Pulp dan KertasKetua Umum APKI, Liana Bratasida, menyebut industri diapers menjadi bagian penting rantai pasok sektor pulp dan kertas nasional.Kontribusi sektor ini tercatat 3,92 persen terhadap PDB nonmigas serta menghasilkan devisa ekspor lebih dari 8 miliar dollar AS pada 2024.Kondisi industri diapers juga belum pulih penuh. Data APKI menunjukkan terdapat 17 pabrik diapers di Indonesia dengan kapasitas terpasang 17,90 miliar pieces.Produksi aktual pada 2023 hanya 16,47 miliar pieces. Kebutuhan nasional pada 2024 sekitar 13,1 miliar pieces sehingga kapasitas industri cukup untuk memenuhi pasar. Meski begitu, produsen tertekan oleh biaya produksi tinggi dan persaingan ketat.“Beberapa pabrik sudah tutup karena tingginya biaya produksi dan persaingan pasar. Jika ditambah beban cukai, harga pasti naik dan pasokan bisa semakin turun,” ujar Liana dalam keterangan pers, Jumat .Pemerintah sebelumnya menyampaikan rencana cukai diapers selaras dengan target penanganan sampah laut dalam PP Nomor 83 Tahun 2018.Produk diapers disebut sebagai penyumbang sampah terbesar kedua di laut pada 2017, mencapai 21 persen, dengan tingkat daur ulang rendah karena mengandung material sintetis.Baca juga: Purbaya Ogah Kenakan Cukai Popok dalam Waktu Dekat, Apa Alasannya?APKI menganggap pendekatan tersebut kurang tepat. Liana menilai besarnya volume sampah diapers di laut berawal dari pengelolaan sampah yang belum optimal, bukan karakteristik produknya.“Masalah utama bukan pada produknya, tetapi pada perilaku masyarakat yang membuang sampah tidak pada tempatnya. Cukai tidak akan mengubah perilaku tersebut. Solusinya adalah memperbaiki sistem pengelolaan sampah serta mengedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan,” paparnya.Industri diapers juga bermitra dengan industri semen untuk memanfaatkan limbah diapers sebagai substitusi energi biomassa. Kolaborasi ini mendorong pengurangan sampah dan mendukung ekonomi sirkular.


(prf/ega)