Sekolah Rakyat Senilai Rp 502 Miliar di Bengkulu Mulai Dibangun

2026-01-12 06:19:22
Sekolah Rakyat Senilai Rp 502 Miliar di Bengkulu Mulai Dibangun
JAKARTA, - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memulai pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Bengkulu dan Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu.Hal ini ditandai lewat penandatanganan proyek pembangunan Sekolah Rakyat dengan PT PP (Persero) Tbk atau PTPP selaku pelaksana proyek.Proyek Sekolah Rakyat Bengkulu memiliki nilai kontrak sebesar Rp501,99 miliar (termasuk PPN) dan didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025-2026.Baca juga: WIKA Garap Sekolah Rakyat Rp 1,97 Triliun di Jawa Tengah dan Aceh Pekerjaan akan berlangsung dalam jangka waktu 240 hari kalender sejak diterbitkannya SPMK, disusul masa pemeliharaan selama 180 hari kalender.Pembangunan dilakukan di dua lokasi strategis, yaitu Kelurahan Sukarami, Kecamatan Selebar, KotaBengkulu, dan Desa Cucupan, Kecamatan Tetap, Kabupaten Kaur, untuk menjangkau lebih banyak masyarakat di wilayah perkotaan maupun pesisir selatan Bengkulu.Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo mengatakan kompleks pendidikan tersebut akan mencakup total 18 gedung, dirancang dengan standar bangunan modern, aman, dan ramah lingkungan.Baca juga: Sah, Sekolah Rakyat Rp 2,66 Triliun Mulai Dibangun di 3 ProvinsiLingkup pekerjaannya, meliputi penyelesaian struktur dan arsitektur, instalasi mechanical-electrical-plumbing (MEP), hingga pembangunan kawasan, seperti lapangan olahraga, ruang terbuka, sistem drainase, lapangan upacara, serta penyediaan furnitur pendidikan.Seluruh fasilitas ini dihadirkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak, inklusif, dan mendukung pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di Bengkulu secara berkelanjutan.Proyek ini juga menggunakan material ramah lingkungan serta metode kerja yang memperhatikan keselamatan dan efisiensi, sejalan dengan praktik konstruksi berkelanjutan yang menjadi bagian dari komitmen ESG perusahaan."PTPP menghadirkan pendekatan konstruksi terintegrasi mulai dari pondasi tiang pancang, struktur beton mutu tinggi, sistem MEP yang efisien, hingga fasilitas kawasan yang mendukung proses belajar mengajar secara optimal," ujar Joko, dikutip dari keterangan resmi, Selasa .Kementerian PU menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat tuntas pada bulan Juni 2026."Target kita itu 2026 Juni selesai semua," kata Menteri PU Dody Hanggodo saat ditemui di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa .Berdasarkan Buku II Nota Keuangan beserta RAPBN Tahun Anggaran 2026, diketahui pada tahun 2025, pemerintah membangun dan merenovasi Sekolah Rakyat di 200 lokasi, yakni tahap I 100 lokasi dan tahap II 100 lokasi.Baca juga: Sekolah Rakyat Bakal Dilayani 28 Bus, Dua di Bantul dan Sleman"Untuk Tahap I infrastruktur dan asrama Sekolah Rakyat akan menggunakan Sentra Rehabilitasi Sosial, Balai Diklat Kementerian Sosial dan bangunan milik pemerintah daerah," penjelasan di buku tersebut.Adapun alokasi anggaran untuk memenuhi pembangunan Sekolah Rakyat Tahap I adalah sebanyak Rp 1.764,0 miliar yang terdiri dari Belanja Operasional Kementerian Sosial Rp 1.194,0 miliar dan Belanja Fisik Kementerian PU Rp 570,0 miliar.Sementara pada tahun 2026, pemerintah akan melanjutkan program strategis Sekolah Rakyat dengan mengalokasikan Rp 24.900,0 miliar.Alokasi tersebut akan digunakan untuk penyelenggaraan dan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat.Sebelumnya, Dody mengatakan bahwa kebutuhan anggaran untuk pembangunan satu sekolah rakyat adalah Rp 200 miliar-Rp 300 miliar.


(prf/ega)