Semangat Petugas Damkar Probolinggo, Pantang Pulang Sebelum Padam meski Status Masih Honorer

2026-01-13 06:48:54
Semangat Petugas Damkar Probolinggo, Pantang Pulang Sebelum Padam meski Status Masih Honorer
PROBOLINGGO, - Di tengah ketidakpastian status dan kejelasan asuransi, para petugas pemadam kebakaran (damkar) di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, tetap semangat menjalankan tugas mulia.Mereka tetap berjuang di garis depan, demi melindungi warga dari ancaman kebakaran.Sugeng Supriyanto, 43 tahun, petugas damkar di Posko Kraksaan, adalah salah satunya.Meski statusnya sebagai tenaga honorer belum diangkat sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) oleh pemerintah daerah, Sugeng tetap berkomitmen menjalankan tugasnya."Pekerjaan ini berisiko besar, tapi ini panggilan hati dan tugas mulia," ujarnya saat ditemui di posko Pemadam Kebakaran Kraksaan, Selasa .Baca juga: Viral Aksi Petugas Damkar Sidoarjo Evakuasi Ular dari Kamar Tidur Warga, Butuh 1 JamSudah lima tahun Sugeng bertugas sebagai petugas damkar. Saat ada laporan kebakaran, dia dan timnya biasanya sampai di lokasi dalam waktu kurang dari 10 menit.Pengalaman mengerikan pernah dirasakan Sugeng saat mengevakuasi dua warga yang meninggal dunia dalam kejadian kebakaran di SPBU Mini Gending beberapa tahun lalu.Tidak hanya itu, dia juga pernah menjalani tugas menantang saat harus memadamkan gudang serbuk kayu yang terbakar selama tiga hari tiga malam.Di balik tugas berat itu, bapak satu anak ini menjalani hidup dengan ikhlas. Sugeng berusaha menambah penghasilan dengan berjualan barang elektronik seperti kabel."Menjadi pemadam kebakaran adalah kebanggaan tersendiri bagi kami. Semboyan kami, pantang pulang sebelum api padam," kata Sugeng dengan penuh semangat.Baca juga: Cerita Dayat 30 Tahun Jadi Petugas Damkar Situbondo, Evakuasi Buaya yang Paling EkstremSugeng mengatakan, satu hal yang paling dikhawatirkannya adalah jika kebakaran terjadi di rumah warga. Dia merasa bertanggung jawab agar tidak ada korban jiwa."Di pikiran kami hanya satu, bagaimana api bisa padam dan warga bisa dievakuasi dengan selamat," ujarnya.Di posko yang lengkap peralatannya, Sugeng dan timnya standby selama 24 jam dengan sistem giliran tiga regu, masing-masing selama delapan jam.Tak hanya memadamkan api, damkar juga mengevakuasi tawon hingga warga yang meninggal di dalam sumur.Dengan tiga kendaraan yang siap siaga, Sugeng menegaskan, dia dan semua rekannya siap melakukan berbagai misi kemanusiaan lainnya.Baca juga: Risiko Jadi Petugas Damkar, Tertimpa Mesin Jahit sampai Runtuhan Bangunan


(prf/ega)