Transaksi Judol Menurun 57%, Komisi I DPR: Bukti Sinergi Komdigi-PPATK-Aparat

2026-02-05 13:27:58
Transaksi Judol Menurun 57%, Komisi I DPR: Bukti Sinergi Komdigi-PPATK-Aparat
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menyoroti penurunan transaksi judi online sepanjang 2025. Ia mengapresiasi langkah kolaboratif antara Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi), Aparat Penegak Hukum (APH), serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam menekan aktivitas ilegal tersebut."Dalam lanskap digital yang semakin kompleks, saya mengapresiasi setinggi-tingginya kolaborasi antara Kemenkomdigi, APH, dan PPATK yang telah menunjukkan langkah tegas dan terukur dalam menekan praktik judi online. Penurunan transaksi hingga 57 persen bukan hanya capaian statistik, tetapi bukti nyata bahwa sinergi antar-lembaga mampu menjaga integritas ruang siber nasional secara efektif dan berkelanjutan," ujar Dave dalam keterangannya, Minggu .Ia menilai capaian ini merupakan bukti bahwa pendekatan lintas sektor yang berbasis data dan penegakan hukum menghasilkan dampak nyata. Dave menyoroti langkah Kemenkomdigi yang menutup lebih dari 2,45 juta situs dan konten terkait judi online dalam kurun Oktober 2024–November 2025."Ini bukan sekadar angka, tapi cerminan dari ketegasan negara dalam melindungi masyarakat dari dampak destruktif judi online," ujar Dave.Ia juga menekankan pentingnya peran PPATK dalam memetakan aliran dana dan mengidentifikasi pola transaksi mencurigakan yang menjadi pintu masuk bagi penegakan hukum. Legislator Golkar ini menilai peran dari PPATK strategis."Tanpa analisis keuangan yang presisi, penindakan akan kehilangan arah. Di sinilah PPATK memainkan peran strategis," tambahnya.Dave menilai bahwa sinergi antara Kemenkomdigi, PPATK, dan APH merupakan model kolaborasi yang patut dijadikan acuan dalam penanganan kejahatan siber lainnya. Ia mendorong agar pendekatan ini diperkuat dengan regulasi yang adaptif dan sistem pengawasan yang lebih terintegrasi."Keberhasilan ini harus menjadi momentum untuk membangun ekosistem digital yang sehat, aman, dan berdaya saing. Kita tidak boleh lengah, karena pelaku kejahatan digital terus berinovasi. Negara pun harus lebih cepat dan lebih cerdas," imbuhnya.Simak juga Video 'Penerima Bansos Main Judol Diberi Kesempatan Kedua, Jika...':[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Hans Patuwo bukan sosok baru di lingkungan GoTo. Ia telah bekerja hampir delapan tahun di ekosistem Gojek, GoPay, dan GoTo. Ia bergabung dengan Gojek pada 2018 sebagai Chief Operating Officer, dengan fokus pada penguatan operasional dan ekosistem mitra driver.Pada 2021, Hans dipercaya memimpin unit bisnis yang kemudian berkembang menjadi GoTo Financial. Di posisi tersebut, ia mengawasi peluncuran layanan pinjaman dan pengembangan aplikasi GoPay, yang kini menjadi salah satu platform fintech terbesar di Indonesia.Baca juga: KPPU Denda TikTok Rp 15 Miliar Karena Telat Lapor Akuisisi TokopediaAwal 2024, Hans ditunjuk sebagai Chief Operating Officer GoTo dan bertanggung jawab atas strategi grup serta proyek migrasi cloud perusahaan. Perannya kembali diperluas pada Juli 2025, ketika ia dipercaya sebagai Presiden On-Demand Services.Sebelum bergabung dengan Gojek, Hans memiliki pengalaman internasional dengan bekerja di Amerika Serikat, China, dan Singapura. Ia juga pernah menjabat sebagai Partner di firma konsultan manajemen global McKinsey.YouTube.com/Gojek Goto, layanan Gojek dan Tokopedia.Penunjukan CEO baru ini terjadi di tengah sorotan pasar terhadap arah strategis perusahaan hasil merger antara Gojek dan Tokopedia itu.Berdasarkan laporan Bloomberg, saham GoTo tercatat naik sekitar 20 persen sepanjang kuartal ini di Bursa Efek Indonesia, mengungguli kinerja sejumlah perusahaan ride-hailing dan pengantaran global.Kenaikan saham tersebut terjadi menjelang Rapat Umum Pemegang Saham yang menjadi momen penting bagi arah strategis perusahaan, termasuk persetujuan pengangkatan Hans Patuwo sebagai CEO baru.Meski saham GoTo menguat, valuasi perusahaan masih jauh dari masa awal IPO. Kapitalisasi pasar GoTo kini berada di bawah 5 miliar dollar AS, turun drastis dari puncaknya yang sempat menembus 30 miliar dollar AS pada 2022.

| 2026-02-05 13:05