Lonjakan 81 Ribu Kasus Tb di Jabar, Dedi Mulyadi Siapkan Langkah Penanganan

2026-01-12 05:38:50
Lonjakan 81 Ribu Kasus Tb di Jabar, Dedi Mulyadi Siapkan Langkah Penanganan
- Sebanyak 81.864 kasus tuberkulosis (Tb) terdeteksi di Provinsi Jawa Barat dalam lima bulan pertama tahun 2025.Data tersebut tercantum dalam laporan Kementerian Kesehatan dan menjadi sorotan dalam audiensi antara Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Oktavianus dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, di Jakarta.Wamenkes Benjamin menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan bagian dari estimasi 234 ribu kasus Tb yang masih membayangi provinsi berpenduduk terbesar di Indonesia itu."Pertemuan itu menyoroti kebutuhan memperkuat penemuan kasus aktif (ACF), pemerataan penggunaan mobile X-ray dan TCM, serta pentingnya penanganan stigma terkait Tb dan kusta,” ujar Benjamin, yang akrab disapa dokter Benny, dikutip dari Antara, Senin .Baca juga: Kerbau Bule Kesayangan Ki Soya Tewas Tersengat Listrik, Videonya Viral sampai Dedi Mulyadi Turun TanganIa menegaskan bahwa percepatan penanganan Tb sangat bergantung pada penguatan penemuan kasus aktif di lapangan.Karena itu, ia meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperkuat layanan primer dan meningkatkan kapasitas puskesmas.Strategi berbasis komunitas, lanjutnya, perlu dijalankan lebih agresif agar penemuan kasus tidak tertinggal dari estimasi beban Tb.Hingga saat ini, capaian pengobatan Tb di Jawa Barat masih belum memenuhi target nasional.Keberhasilan terapi Tb sensitif obat tercatat 80 persen, sedangkan target nasional mencapai 90 persen.Untuk Tb resisten obat, 1.063 kasus berhasil ditangani dari target 2.866 kasus. Jawa Barat juga mencatat adanya 4.763 pasien Tb dengan Diabetes Mellitus (DM) dan 1.165 pasien Tb dengan HIV, dengan jumlah kematian mencapai 2.294 jiwa.Baca juga: BUMD Jabar Teken Kerja Sama dengan 5 Mitra, Dedi Mulyadi: Dibuat Nyaman Investor Ini...Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyampaikan komitmennya untuk menggerakkan seluruh kabupaten/kota dalam mempercepat penanganan Tb."Pemprov Jabar tengah menyiapkan pengumuman resmi kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, memanfaatkan layanan skrining, dan memperkuat dukungan terhadap keberhasilan pengobatan," ujarnya.Dedi juga mengundang Wamenkes untuk menghadiri kegiatan lapangan tingkat provinsi guna memperkuat kolaborasi dalam menghadapi Tb dan kusta.Selain itu, ia merencanakan kunjungan incognito ke sejumlah puskesmas sebagai dasar evaluasi layanan dan penyempurnaan strategi penanganan.


(prf/ega)