Sebulan Pasca-Banjir Aceh Timur: Listrik hingga Gas Jadi Sorotan

2026-01-11 07:13:56
Sebulan Pasca-Banjir Aceh Timur: Listrik hingga Gas Jadi Sorotan
ACEH TIMUR, - Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky memimpin rapat evaluasi penanganan bencana banjir dan longsor di Aula Serbaguna Pendopo Bupati Aceh Timur, Selasa , sebulan pascabencana.Evaluasi tersebut menyoroti belum pulihnya pasokan listrik, bahan bakar minyak, dan gas elpiji 3 kilogram ke kabupaten tersebut."Selama ini ada keluhan masyarakat terkait kelangkaan dan harga gas melon yang melebihi HET. Kita ingin memastikan bagaimana aturan dan regulasinya. Pertamina menyampaikan akan berkoordinasi dan menindaklanjuti jika ditemukan pelanggaran di lapangan," jelasnya dalam siaran pers tertulis.Baca juga: Usai Serang Warga Sekampung hingga Tewas, Pria di Aceh Timur Langsung Menyerahkan Diri ke PolisiPembahasan dengan Telkomsel difokuskan pada pemulihan jaringan telekomunikasi.Sejumlah menara pemancar (BTS) belum kembali normal akibat kerusakan pascabencana, termasuk gangguan kabel optik yang terdampak aktivitas alat berat."Kita akan laporkan titik-titik kerusakan yang ditemukan. Telkomsel juga akan membuka akses jaringan baru, khususnya di lokasi hunian sementara (Huntara) yang belum memiliki jaringan internet, termasuk untuk kebutuhan belajar," katanya.Baca juga: Mendagri Tinjau 3 Desa yang Tersapu Banjir di Aceh Timur, Bupati Minta Pusat Bantu PemulihanIskandar menyampaikan masih terdapat beberapa kecamatan dan desa yang listriknya belum pulih sepenuhnya dan PLN masih melakukan perbaikan jaringan."Khusus Kecamatan Simpang Jernih, PLN akan membuka jaringan baru. Sudah dilakukan survei, jaraknya sekitar 30 kilometer. Jika terpasang, jaringan ini akan menerangi lima desa, yakni HTI Rantau, Naro, Rantau Panjang, Milidi, Tampur Paloh dan Pandeglang. Diperkirakan pemasangan memakan waktu sekitar satu minggu," ungkap Al-Farlaky.PLN juga menyalurkan bantuan generator set (genset) yang akan didistribusikan ke desa-desa yang listriknya belum menyala sama sekali."Kedepan kita akan memasuki pembangunan hunian sementara, kita fokus ke hunian sementara," pungkasnya.


(prf/ega)