Muktamar 2026 Jadi Jalan Penyelesaian Konflik PBNU, Gus Yahya Tegaskan Normal

2026-01-11 03:30:52
Muktamar 2026 Jadi Jalan Penyelesaian Konflik PBNU, Gus Yahya Tegaskan Normal
KEDIRI, - Rapat Konsultasi Syuriah yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur pada Kamis menyepakati masalah di Pengurus Besar Nahdhlatul Ulama (PBNU) akan diselesaikan melalui Muktamar yang digelar pada 2026 mendatang.Sebelumnya, konflik PBNU ini dipicu pemberhentian KH Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum oleh Rais Aam melalui forum yang disebut sebagai Rapat Syuriah PBNU.Pihak Gus Yahya -sapaan Yahya Cholil Staquf- menolak hasil rapat tersebut.Para tokoh NU kemudian berupaya menyelesaikan konflik dengan menggelar berbagai pertemuan yang berlangsung di sejumlah pesantren, hingga dilaksanakan rapat konsultasi Syuriah kepada Mustasyar PBNU di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri pada Kamis .Baca juga: Babak Baru Konflik PBNU, Kedua Belah Pihak Sepakat Mempercepat MuktamarRapat tersebut kemudian menyepakati akan menggelar Muktamar 2026 sebagai forum tertinggi organisasi dalam menyelesaikan konflik yang tengah terjadi.Rapat itu diinisiasi oleh pihak Syuriah PBNU melalui Rais Aam KH. Miftachul Akhyar.Muktamar 2026 ini dipastikan akan digelar secara normal, bukan Muktamar Luar Biasa (MLB).KH. Yahya Cholil Staquf mengapresiasi hasil rapat konsultasi syuriah yang dilaksanakan di Pesantren Lirboyo itu.Selanjutnya pihaknya akan bahu-membahu menyiapkan teknis pelaksanaan Muktamar yang akan dipimpin oleh Rais Aam sebagaimana rekomendasi rapat.Baca juga: Gus Yahya: Islah PBNU Telah Tercapai di Lirboyo"Terima kasih kepada sesepuh ulama, Mustasyar, yang telah membimbing kami semua sehingga hari ini disepakati secara penuh dan tetap, bahwa selanjutnya akan diselenggarakan Muktamar yang normal dan legitimate," ujar Gus Yahya seusai rapat di Lirboyo.Menurutnya, kesepakatan ini berpijak pada kecintaan kepada jam'iyah. Ia mengatakan, kecintaan inilah yang mendorong keinginan agar jam'iyah tetap utuh dan terus melanjutkan keberadaannya."Yang menyatukan adalah kecintaan kepada jam'iyah Nahdlatul Ulama. Kita semua ingin jam'iyah utuh dan terus melanjutkan keberadaannya sebagai pembawa barokah dan kemaslahatan bagi umat, bangsa, dan negara," ujar Gus Yahya.Baca juga: Rais Aam dan Ketum PBNU Sepakat Muktamar, Islah di Lirboyo TercapaiSementara itu KH. Miftachul Akhyar yang juga hadir dalam rapat tersebut, tidak memberikan pernyataan kepada wartawan.


(prf/ega)