Pro Kontra Warga Renovasi Gedung Sate Rp 3,9 Miliar: Setuju demi Identitas, Resah karena Prioritas

2026-01-12 04:20:55
Pro Kontra Warga Renovasi Gedung Sate Rp 3,9 Miliar: Setuju demi Identitas, Resah karena Prioritas
BANDUNG, - Keputusan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menata ulang kawasan Gedung Sate, termasuk merenovasi pilar atau gapura bercorak Candi Bentar di sejumlah pintu masuk, memunculkan beragam respons pro dan kontra dari warga.Sebagian warga yang mendukung menilai penataan ini dapat memperkuat identitas gedung bersejarah di Kota Bandung tersebut dan sekaligus memperbaiki wajah kantor Gubernur Jawa Barat yang sudah lama tidak tersentuh perbaikan.Salah satunya disampaikan Andi Hermawan (21), warga Kecamatan Coblong, Kota Bandung, yang berpendapat bahwa ornamen bernuansa khas Nusantara tersebut dapat menambah nilai estetika."Saya setuju-setuju saja selama itu tidak merusak Gedung Sate, apalagi itu kan bangunan bersejarah ya, sebagai ikon Kota Bandung," ujarnya saat ditemui di kawasan Cibeunying Utara, Kota Bandung, Jumat .Baca juga: Pilar Gedung Sate Dirombak, Tampilan Candi Bentar, Telan Rp 3,9 MiliarMenurutnya, perawatan rutin gedung bersejarah merupakan hal yang perlu dilakukan, mengingat usia bangunan tersebut sudah berumur lebih dari satu abad."Kalau untuk perawatan harus. Kan sayang juga kalau bangunan bersejarah dibiarkan nanti rusak, apalagi ini jadi simbol kalau ke Bandung," kata Andi.Senada dengan Andi, Ijal (19), warga Kecamatan Kiaracondong, menilai selama pengerjaannya tidak mengganggu ruang publik dan tetap selaras dengan karakter Gedung Sate, mempercantik hal yang wajar dilakukan."Ya itu misalkan kalau malah makin bagus ya enggak apa-apa. Tapi, tetap harus sesuai dengan Gedung Sate, asal jangan sampai beda, kan nanti gimana gitu," ucapnya.Sementara itu, Irfan Fitra (23), warga Sumur Bandung, menilai perbaikan pilar atau gapura Gedung Sate belum tepat bila dilakukan sekarang di tengah isu efisiensi, apalagi sampai menghabiskan anggaran hingga Rp 3,9 miliar."Kata saya, mending uangnya dipakai yang lain dulu, misalkan masalah sampah, terus banjir, belum beres di Bandung," tuturnya.Hal serupa juga diutarakan oleh Kevin (34), warga Cimahi Utara.Pemprov Jabar seharusnya memprioritaskan kebutuhan publik yang lebih mendesak, seperti perbaikan layanan dasar atau bantuan sosial."Uangnya cukup besar, tetapi kalau dibagi misal untuk bansos atau bikin layanan kesehatan gratis, lumayan juga," katanya.Baca juga: Telan Rp 3,9 Miliar, Ketika Gedung Sate Direnovasi Bergaya Candi di Tengah Efisiensi...Kompas.com/Faqih Rohman Syafei Kondisi pilar area luar Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat yang direnovasi dengan corak Candi Bentar, Kamis .Sebelumnya diberitakan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Jabar, Adi Komar, memastikan renovasi pilar Gedung Sate tidak mengganggu alokasi layanan publik karena sudah direncanakan dalam APBD Perubahan."Ya, ini memang sudah direncanakan di APBD perubahan dan dipastikan tidak mengganggu layanan publik ya," ujar Adi saat ditemui di Gedung Sate, Kamis .


(prf/ega)