Jakarta - Peringatan Hari Disabilitas Internasional dinilai sebagai momentum dalam memperkuat rasa inklusif, agar bisa setara dalam pelbagai hal. Termasuk membangun kota agar mampu menjadi tempat tumbuh kembang kreativitas dari penyandang disabilitas, tidak terkecuali Kota Depok.“Ini adalah upaya nyata bahwa kreativitas tidak mengenal batas. Kota Depok berkomitmen memperluas ruang partisipasi, memperkuat ekosistem pelayanan disabilitas, serta menyediakan kesempatan yang sama bagi seluruh warga,” ujar Kepala Dinas Sosial Kota Depok Devi Maryori dalam acara Festival Kreasi Inklusi Indonesia (FKII) 2025 di Alun-alun Timur Kota Depok, dikutip Minggu . Menurutnya, FKII sejalan dengan UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas dan Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2019 tentang Perencanaan, Penyelenggaraan, dan Evaluasi Penghormatan, Pemajuan, Perlindungan, dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas. Advertisement“Kedua regulasi tersebut menegaskan kewajiban pemerintah, dunia usaha dan masyarakat untuk menyediakan ruang yang setara serta aksesibilitas bagi penyandang disabilitas dalam pendidikan, seni, pekerjaan, ruang publik, dan partisipasi sosial,” tutur Devi.Devi meyakini, dengan memadukan unsur seni, musik, sastra, pameran karya, dan bazar UMKM, FKII 2025 menjadi contoh konkret implementasi kebijakan inklusi yang hidup dan dirasakan langsung oleh masyarakat. “Festival ini bukan hanya hiburan, namun menjadi fondasi ruang publik yang inklusif bagi Kota Depok,” yakin dia.
(prf/ega)
Hari Disabilitas Internasional Dinilai Jadi Momentum Bangun Kota Ramah dan Inklusif
2026-01-12 09:09:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 08:07
| 2026-01-12 07:51
| 2026-01-12 07:45
| 2026-01-12 07:13










































