6 Cara Menghadapi Bos yang Toxic agar Kesehatan Mental Tetap Terjaga

2026-01-12 11:50:52
6 Cara Menghadapi Bos yang Toxic agar Kesehatan Mental Tetap Terjaga
- Banyak karyawan harus berhadapan dengan bos yang toxic, mulai dari gaya kepemimpinan penuh tekanan, komunikasi yang merendahkan, hingga perilaku manipulatif yang menguras energi emosional.Psikoterapis Israa Nasir menegaskan, bahwa menghadapi bos toxic membutuhkan strategi yang matang. Tanpa langkah yang tepat, kondisi ini bisa berdampak serius pada kesehatan mental, rasa percaya diri, bahkan keputusan karier seseorang.Baca juga: Waspadai 7 Tanda Bos yang Toxic, Bisa Ganggu Kesehatan MentalBerikut 6 cara menghadapi bos yang toxic agar tetap profesional, terlindungi, dan tidak kehilangan kendali atas diri sendiri.Langkah penting saat berhadapan dengan bos yang toxic adalah mendokumentasikan segala bentuk interaksi, terutama yang berkaitan dengan janji, instruksi kerja, atau tuduhan.Nasir menyarankan karyawan untuk mencatat percakapan penting, baik melalui email, pesan tertulis, maupun catatan pribadi. “Ini membantu kamu tetap berpijak pada fakta tentang apa yang sebenarnya terjadi ketika masalah muncul ke permukaan,” ujarnya, seperti dilansir dari PureWow, Selasa .Dokumentasi ini bukan untuk mencari konflik, melainkan sebagai bentuk perlindungan diri jika suatu saat terjadi kesalahpahaman atau eskalasi masalah. Meski begitu, Nasir juga mengingatkan agar langkah melapor ke HR dilakukan secara strategis, karena tidak semua tempat kerja berpihak pada korban bos toxic.Menghadapi bos yang toxic tidak berarti harus menerima semua perlakuannya. Pelatih kepemimpinan Dr. Margie Warrell menekankan pentingnya menetapkan batasan yang jelas.“Ketahui perilaku apa yang bisa dan tidak bisa kamu toleransi. Jika bos terus melampaui batas, sampaikan dengan tenang namun tegas,” imbau Warrell.Baca juga: Awas, Ini 11 Tanda Kamu Sedang Berada dalam Pertemanan Toxic Batasan ini bisa berupa jam kerja yang wajar, cara berkomunikasi yang saling menghormati, hingga ekspektasi tugas yang realistis. Menyampaikan batasan dengan sikap profesional justru menunjukkan kematangan dan kejelasan posisi.Salah satu kesalahan umum saat berhadapan dengan bos toxic adalah mencoba mengubah kepribadiannya. Padahal, menurut Warrell, hal itu di luar kendali kita.“Kamu tidak bisa mengubah bosmu, tetapi kamu bisa mengelola reaksimu, menjaga profesionalisme, dan fokus pada kualitas pekerjaanmu,” jelasnya.


(prf/ega)