Makna Bendera Putih Saat Bencana, Simbol Duka, Harap, hingga Sadrah

2026-01-11 23:22:34
Makna Bendera Putih Saat Bencana, Simbol Duka, Harap, hingga Sadrah
- Tiga minggu berlalu setelah Pulau Sumatera dilanda bencana banjir dan tanah longsor. Seakan merasa buntu karena sulit mendapat bantuan, warga Aceh mengibarkan bendera putih di jalanan.Bendera putih terlihat memenuhi jalanan di wilayah Aceh Timur, Banda Aceh, Medan, hingga Kabupaten Aceh Tamiang.Tidak hanya sebagai tanda menyerah, pengibaran bendera tersebut menyimbolkan situasi darurat dan kritik atas penanganan pemerintah."Masyarakat menyerah dan butuh bantuan. Kami tidak sanggup lagi," ujar Bahtiar, warga Alue Nibong, Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Minggu sebagaimana diwartakan Harian Kompas."Masyarakat di sini sudah tidak sanggup. Bendera putih ini tanda kami menyerah oleh keadaan," kata warga lainnya bernama Zamzami.Juru bicara Gerakan Rakyat Aceh Bersatu, Masri menjelaskan, aksi tersebut merupakan bentuk desakan kepada Presiden Prabowo Subianto agar menetapkan status bencana nasional dan memberi arahan penanganan darurat dengan terpadu."Bendera dikibarkan sebagai tanda darurat dan meminta dunia internasional membantu Aceh," kata Masri.Secara simbolis, bendera putih meyiratkan bentuk penyerahan diri, berserah, atau angkat tangan.Namun ada makna yang lebih mendalam dari sekadar menyerah.Pengibaran bendera putih pernah dilakukan sebelumnya dalam situasi darurat, terutama di wilayah Asia Tenggara.Misalnya, aksi pengibaran bendera putih di Sri Lanka pada 2019.Seperti dilaporkan Global Voices, serangkaian ledakan bom yang terkoordinasi menewaskan ratusan orang di Sri Lanka saat misa Paskah pada 21 April 2019.Warga Sri Lanka lantas memasang bendera putih di depan rumah mereka, tempat umum, bahkan di kendaraan sebagai simbol duka.Gerakan pengibaran putih juga dapat dimaknai sebagai seruan toleransi dan keberagaman.Bendera putih juga muncul saat pandemi Covid-19.


(prf/ega)