Cerita Wuri, Dosen yang Jadi Inisiator Unit Layanan Disabilitas UGM

2026-02-05 15:49:56
Cerita Wuri, Dosen yang Jadi Inisiator Unit Layanan Disabilitas UGM
- Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil meraih penghargaan sebagai Perguruan Tinggi Pelaksana Pembentukan dan Penguatan Unit Layanan Disabilitas Terbaik 1 Tahun 2024 pada Anugerah Diktisaintek 2025 di Graha Diktisaintek, Jakarta, Jumat lalu. Penghargaan tersebut menegaskan komitmen UGM sebagai kampus inklusif.Pencapaian tersebut tidak lepas dari sosok Wuri Handayani, S.E., Ak., M.Si., M.A., Ph.D. Ketua Unit Layanan Disabilitas (ULD) UGM yang juga merupakan dosen Departemen Akuntansi FEB UGM.Ia memiliki peran besar dalam pengembangan ULD UGM yang dibentuk melalui Peraturan Rektor UGM No. 19/2024 tanggal 20 Mei 2024 dan diresmikan pada 10 Desember 2024 lalu.Wuri menjelaskan pembentukan ULD merupakan amanah Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.Baca juga: Akhir Tahun Malah Merasa Burnout? Pakar UGM Beri Saran yang Harus DilakukanUndang-undang tersebut mewajibkan perguruan tinggi menyediakan layanan bagi mahasiswa penyandang disabilitas. Dorongan pembentukan ULD di perguruan tinggi diperkuat melalui Permendikbudristek Nomor 48 Tahun 2023 tentang Akomodasi yang Layak untuk Peserta Didik Penyandang Disabilitas pada Satuan Pendidikan.Wuri menyebutkan tantangan yang dihadapi mahasiswa disabilitas berlapis. Secara secara individual mereka memiliki kepercayaan diri yang rendah.Secara sosial, mereka penerimaan lingkungan, serta stigma dan sikap masyarakat yang masih memandang kemampuan disabilitas secara sebelah mata.Secara struktural, masih banyak peraturan yang tidak memberikan perlindungan bagi pemenuhan hak pendidikan bagi mahasiswa.“Di sinilah ULD hadir untuk memastikan bahwa tantangan yang mereka hadapi tidak mengurangi kemampuan mereka menjadi versi terbaik dengan memperoleh akomodasi yang layak sesuai ragam disabilitas, agar dapat menikmati proses pembelajaran setara dengan mahasiswa non disabilitas,” terang Wuri dikutip dari rilis resmi UGM, Minggu .Baca juga: Kapal Gamanave Antar Tim UGM Raih Juara 1 Kontes Kapal Indonesia 2025Keterlibatan Wuri dalam isu disabilitas berakar dari pengalaman personal dan akademiknya. Bergabung dengan UGM pada 2018, ia mendapati belum adanya ULD di tingkat universitas.Saat itu, pendampingan mahasiswa disabilitas masih bersifat pada kegiatan kemahasiswaan dan belum menyentuh ranah kebijakan.Pengalaman pribadinya menghadapi diskriminasi struktural, pernah ditolak bekerja karena disabilitas, serta pengalamannya menempuh studi jenjang magister di University of Leeds, Inggris melalui beasiswa Chevening menjadi titik balik.“Di kampus-kampus di Inggris, layanan disabilitas adalah sistem yang mapan. Sejak registrasi, mahasiswa langsung ditanya dukungan apa yang dibutuhkan agar dapat belajar optimal, baik akademik maupun non akademik,” kenangnya.Saat menempuh studi S2, Wuri mendalami bidang Disability and Social Policy. Ia belajar bersama mahasiswa disabilitas fisik, netra, dan tuli.Dari pengalaman tersebut memberinya pemahaman bahwa setiap ragam disabilitas memiliki kebutuhan yang berbeda dan dapat difasilitasi secara adil. Inspirasi inilah yang kemudian ia bawa pulang dan mulai melakukan advokasi di UGM sejak 2019.ugm.ac.id Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM). 15 kampus terbaik di Indonesia versi Uniranks 2025.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-02-05 15:25