JAKARTA, - TNI Angkatan Darat menjelaskan bahwa konsep smart approach yang diterapkan dalam menambah kekuatan personel di Papua dilakukan melalui dua ranah utama.“Yaitu penanganan keamanan yang proporsional dan kegiatan teritorial yang bersifat membangun serta humanis,” kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Kolonel TNI Inf Donny Pramono saat dikonfirmasi, Rabu .Donny menjelaskan, untuk aspek keamanan, setiap langkah yang diambil dilakukan secara terkoordinasi, terukur, dan selektif.Baca juga: Pemerintah Akan Tambah Pengerahan TNI di Papua, Aceh, dan JakartaTNI AD jug memperkuat pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), yang mencakup penugasan Satgas Pengamanan Perbatasan Indonesia-Papua Nugini, pengamanan obyek vital nasional, pengamanan pulau-pulau terluar berpenduduk, serta pengamanan VVIP.“Pilar terpenting dari smart approach adalah pembinaan teritorial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat,” kata dia.Pendekatan teritorial ini dilaksanakan melalui program-program seperti TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), karya bakti, penanggulangan bencana, layanan kesehatan, serta pendampingan pertanian dan perikanan yang selama ini telah berjalan di berbagai wilayah Papua.Baca juga: Tingkatkan Pengamanan Papua oleh TNI, Menhan Berdalih Ingin Rebut Hati RakyatPendekatan ini ditujukan untuk membangun kepercayaan, membuka akses layanan dasar, serta mendorong stabilitas jangka panjang.“Dengan demikian, implementasi smart approach oleh TNI AD di Papua tidak semata-mata berorientasi pada operasi keamanan, tetapi lebih pada perpaduan antara perlindungan masyarakat, peningkatan kesejahteraan, dan dukungan pembangunan wilayah secara berkelanjutan,” kata Donny.Diberitakan sebelumnya, pemerintah berencana menambah pengerahan prajurit TNI untuk memperkuat pengamanan di tiga wilayah yang dikategorikan sebagai center of gravity atau titik berat nasional, yakni Jakarta, Aceh, dan Papua.Baca juga: TNI AD Siapkan 12.000 Prajurit untuk Pasukan Perdamaian GazaMenteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menjelaskan, langkah ini diambil untuk memastikan stabilitas keamanan nasional seiring meningkatnya potensi ancaman yang dapat mengganggu kegiatan sosial, ekonomi, dan pembangunan.“Bahwa dalam rangka mendukung stabilitas nasional agar supaya pembangunan ini bisa berjalan aman dan lancar, kita telah menerima petunjuk-petunjuk dari Bapak Presiden,” ujar Sjafrie saat ditemui di Gedung DPR RI, Senin .Sjafrie menyampaikan, pemerintah akan menempatkan pasukan tambahan di Papua dengan metode smart approach, yaitu menggabungkan pendekatan teritorial (soft approach) dengan operasi taktis (hard approach).“Sehingga kita ingin merebut hati rakyat agar supaya mereka-mereka yang masih belum mempunyai satu kesamaan pemikiran terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, kita ajak untuk bersama-sama,” kata Sjafrie.
(prf/ega)
TNI AD Jelaskan Maksud “Smart Approach” untuk Tambah Personel di Papua
2026-01-12 07:20:36
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:22
| 2026-01-12 06:02
| 2026-01-12 05:08
| 2026-01-12 04:43










































