PURWOREJO, - Keberadaan speed bump atau polisi tidur di Jalan Letjend Sutoyo, Kabupaten Purworejo, menyebabkan kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan seorang pengendara mengalami patah tulang.Kecelakaan, menurut kesaksian warga, kerap terjadi di area itu. Fasilitas pengendali kecepatan di depan Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Purworejo ini sebelumnya telah dikritik masyarakat namun belum diperbaiki.Korban, Heri Widiyanto, seorang pekerja seni asal Purworejo, mengalami kecelakaan tunggal pada Minggu sekitar pukul 19.30 WIB.Baca juga: Dinilai Terlalu Tinggi, Polisi Tidur Baru di Purworejo Dikeluhkan Warga Sepeda motor yang dikendarainya menghantam polisi tidur yang dinilai tidak standar karena ketinggian, warna gelap, dan minim visibilitas, terutama pada malam hari.Heri menjelaskan bahwa ia melaju dari arah selatan menuju utara dengan kecepatan sekitar 40 kilometer per jam."Karena warnanya gelap, saya tidak melihat adanya speedbumb ditambah penerangan lampu jalan yang remang-remang di daerah situ," kata Heri pada Selasa ."Nah saat lewat speedbumb, saya terkejut dan tanpa sengaja menambah kecepatan. Gas ketarik karena terbang melewati polisi tidur. Di depan saya, ada pengendara lain, otomatis saya menghindari, akibatnya saya terjatuh. Kejadian di sebelah barat SMAN 7," tambah Heri.Akibat kejadian tersebut, Heri mengalami patah tulang pada bagian pundak dan harus berhenti bekerja selama dua pekan.Baca juga: 3 Hari Pencarian, Remaja Gresik yang Tenggelam di Pantai Dewaruci Purworejo Ditemukan MeninggalIa juga menanggung sendiri biaya pengobatan karena status kepesertaan BPJS Kesehatannya tidak aktif.Heri menilai polisi tidur tersebut lebih berpotensi membahayakan pengendara daripada meningkatkan keselamatan karena terlalu tinggi dan berwarna gelap."Speedbumpnya dicopot saja, atau diganti dengan yang lebih pendek yang warnanya lebih terang. Karena berdasar informasi dari anggota Relawan Jalanan Purworejo (RJP), sudah sering terjadi," kata Heri.Heri menambahkan bahwa banyak korban lain yang terjatuh akibat polisi tidur tersebut, namun pihak berwenang belum mengambil tindakan."Juga dari adik-adik yang nongkrong di angkringan, bapak-bapak sopir Kopada (angkot), juga bilang seperti itu, karena sudah lebih dari 10 kali terjadi laka di situ," kata Heri.Keterangan tersebut menguatkan dugaan bahwa kecelakaan di lokasi tersebut bukanlah kejadian pertama.
(prf/ega)
Cerita Warga Patah Tulang dan Tak Bisa Bekerja karena "Speed Bump" Tak Standar di Purworejo
2026-01-12 06:31:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:34
| 2026-01-12 05:40
| 2026-01-12 05:33
| 2026-01-12 04:49
| 2026-01-12 04:37










































