Ada Perbaikan Rel Kereta, Jalan Kaligawe Semarang Diberlakukan Buka Tutup 3 Hari

2026-01-16 17:38:53
Ada Perbaikan Rel Kereta, Jalan Kaligawe Semarang Diberlakukan Buka Tutup 3 Hari
SEMARANG, - Akses Jalan Raya Kaligawe Semarang, Jawa Tengah, akan diberlakukan sistem buka-tutup mulai Senin .PT KAI Daerah Operasi 4 Semarang akan melakukan perbaikan geometri jalur rel di perlintasan sebidang Jalan Kaligawe Raya.Rencananya, rekayasa lalu lintas akan diberlakukan hingga Rabu .Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo menyampaikan, perbaikan ini penting untuk menjaga keandalan infrastruktur jalur rel, khususnya di titik yang bersinggungan langsung dengan jalan raya.Baca juga: Banjir Pantura Semarang Tersisa 10-15 Cm, Semua Kendaraan Bisa Melintas"Tujuannya agar operasional kereta api berjalan andal, aman, dan nyaman, sekaligus mengurangi risiko gangguan akibat kondisi prasarana yang menurun dan dampak luapan air di perlintasan sibuk ini," kata Franoto kepada awak media.Selama proses perbaikan, rekayasa lalu lintas akan diterapkan dengan dukungan kepolisian, dinas pekerjaan umum, dinas perhubungan, dan instansi terkait, guna menjaga kelancaran arus kendaraan.Pihaknya mengimbau, selama pekerjaan ini berlangsung masyarakat bisa melewati jalur alternatif."Kami mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan jalan alternatif, seperti Jalan Arteri Utara Semarang, selama penutupan ini," lanjutnya.Lingkup pekerjaan meliputi pembongkaran aspal eksisting, perataan, pemadatan, dan penghalusan jalur rel, terutama pada area lengkungan. Sealain itu juga ada peninggian jalur untuk meningkatkan ketahanan terhadap genangan air."Untuk meningkatkan ketahanan terhadap genangan air dan rob," ujar Franoto.Baca juga: Puting Beliung di Kabupaten Semarang Rusak Puluhan Rumah, Warga: Suasana MencekamSetelah pembongkaran dan perbaikan geometri jalur rel selesai, pekerjaan akan dilanjutkan dengan stabilisasi jalur dan pengaspalan ulang agar Jalan Raya Kaligawe dapat kembali layak dilalui dengan nyaman dan aman.Pihaknya meminta maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan selama proses perbaikan. Ia berharap masyarakat bisa memahami pentingnya pekerjaan tersebut demi pelayanan dan keselamatan yang lebih baik.Baca juga: Menilik Lebih Dekat Sekolah Rakyat Semarang, Asa Menekan Angka Anak Putus Sekolah“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan selama proses perbaikan dan berharap masyarakat dapat memahami pentingnya pekerjaan perbaikan ini demi pelayanan dan keselamatan yang lebih baik,” katanya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-01-16 17:38