Perkuat Diplomasi RI-Rusia, Menbud Resmikan 'The Bust of Leo Tolstoy'

2026-02-04 18:35:46
Perkuat Diplomasi RI-Rusia, Menbud Resmikan 'The Bust of Leo Tolstoy'
Menteri Kebudayaan RI (Menbud), Fadli Zon meresmikan 'The Bust of Leo Tolstoy' yang bertempat di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat. Acara tersebut meneguhkan kerja sama antara Indonesia dengan Federasi Rusia, khususnya di bidang sastra melalui karya sastrawan Rusia legendaris, Leo Tolstoy.Fadli Zon dalam sambutannya memberikan apresiasi atas inisiatif FIB UI yang telah menggelar pertemuan budaya tersebut. Menurut Fadli Zon, peresmian patung Leo Tolstoy bukan hanya sekadar gestur simbolis antara hubungan diplomatik Indonesia dan Rusia, melainkan wujud nyata pemerintah Indonesia dalam menguatkan sastra Indonesia ke panggung internasional."Acara ini menjadi kesempatan yang penting untuk menegaskan 75 tahun hubungan budaya antara Indonesia dengan Rusia. Untuk merayakan seni sastra, ke depannya kamu juga berharap dapat menyumbangkan patung Chairil Anwar untuk bisa ditempatkan di Universitas Indonesia atau tempat-tempat lain," kata Fadli Zon dalam keterangannya, Rabu (3/12/2025).Lebih jauh, Fadli Zon menjelaskan bahwa sastra merupakan salah satu bagian kuat dalam pengembangan budaya nasional. Karya-karya Leo Tolstoy, lanjut Fadli Zon, membuktikan bahwa sastra dapat membuka wawasan sekaligus sumbangan ilmu untuk menjadikan dunia lebih baik."Tentu kita sangat akrab dengan Leo Tolstoy. Karya-karya beliau sangat monumental, seperti War and Peace dan Anna Karenina. Bisa kita lihat bahwa Tolstoy ini menjadi salah satu tonggak penting di dalam sastra Rusia pada abad ke-19, bahkan salah satu puncak sastra dunia. Di samping sastra Indonesia, menurut saya, sastra Rusia adalah salah satu sastra terbaik di dunia," terangnya.Demi membangun ekosistem budaya yang berkelanjutan, Fadli Zon menegaskan bahwa penting bagi Indonesia untuk membuka peluang kerja sama budaya dengan Federasi Rusia maupun negara-negara lain. Kerja sama ini dapat dilakukan di berbagai sektor, seperti program residensi mahasiswa hingga produksi bersama film."Saya melihat hubungan antara Indonesia dengan Rusia di bidang budaya semakin erat. Semakin banyak juga mahasiswa Indonesia yang belajar ke Rusia. Mungkin ke depannya, kita bisa bersinergi dalam bidang kebudayaan, seperti warisan budaya, museum, atau melakukan co-production film," lanjut Fadli Zon.Mengakhiri sambutan, Fadli Zon menekankan bahwa budaya dapat menjadi kekuatan pengikat atau binding power dalam menguatkan perdamaian dunia."Semoga hubungan antara Rusia dan Indonesia semakin kuat. Terutama di bidang budaya, di mana ini bisa menjadi satu pengingkat, hingga membuat Indonesia-Rusia maju bersama-sama ke depan," ungkap Fadli Zon.Chair of the Federation Council Committee on Science, Education and Culture (HoD), H.E. Lilia Gumerova dalam kesempatan yang sama turut menekankan pentingnya sastra dan pendidikan dalam membangun sinergi antarnegara."Saya ingin menyampaikan bahwa Leo Tolstoy, melalui karyanya, sangat memperhatikan isu pendidikan. Rusia dan Indonesia berbagi nilai-nilai luhur yang sama, dan kita bisa semakin kuat dengan mengingat nilai-nilai tersebut," ujarnya.Adapun pembukaan 'The Bust of Leo Tolstoy' ditandai dengan pengguntingan pita oleh Fadli Zon bersama Dekan FIB UI dan perwakilan Federasi Rusia, dilanjutkan dengan pembacaan dongeng anak Rusia bertajuk 'Dongeng berjudul Si Kecil Filip pergi ke Sekolah' oleh Fadli Zon. Sejumlah kegiatan budaya juga digelar untuk memeriahkan acara, yaitu penampilan tari dan musik Rusia, serta kuliah umum 'Study of LN Tolstoy in Indonesia' yang dibawakan Guru Besar FIB UI, Prof. Mina Elfira.Sebagai informasi, turut hadir dalam acara pembukaan, di antaranya jajaran Embassy of Russia and Federation Council Committee, yakni Chair of the Federation Council Committee on Science, Education and Culture (HoD), H.E. Lilia Gumerova; Chair of the Federation Council Committee on Foreign Affairs, H.E. Grigoriy Karasin; Chair of the Federation Council Committee on the Rules of Procedure and Parliamentary Governance, ⁠H.E. Vyacheslav Timchenko; Department of International Cooperation of the Federation Council of the Russian Federation, Vladimir Morozov; Delegasi H.E. Sergey Tolchenov; Sekretaris Kedua, Ekaterina Kuznetsova; Sekretaris Ketiga, Alexander Tumaikin; Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov; Direktur ETNOMIR, Sofya; dan Director of Russian House in Indonesia, N.S. Shilikov.Lebih lanjut, turut hadir Dekan FIB Universitas Indonesia, Dr. Bondan Kanumoyoso; dan Direktur Direktorat Dana Abadi Universitas Indonesia, Alfi Sofyan. Sementara itu, hadir untuk mendampingi Menteri Kebudayaan, yakni Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Industri Kebudayaan, Anindita Kusuma Listya. Tonton juga video "Dapat Detikcom Awards, Fadli Zon: Kita Super Power Bidang Kebudayaan"[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-02-04 16:43