JAKARTA, - Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese berencana ke Indonesia pada Januari 2026.Kunjungannya ke Jakarta untuk menandatangani perjanjian keamanan baru dengan Indonesia, yang negosiasinya secara substansial sudah selesai.Hal ini disampaikan Anthony Albanese dalam pernyataan bersama (joint press statement) Presiden Prabowo Subianto di Kapal HMAS Canberra, Australia, Rabu ."Saya berharap dapat melakukan perjalanan ke Indonesia pada bulan Januari tahun depan atas undangan Presiden (Prabowo) untuk secara resmi menandatangani perjanjian baru setelah melalui proses domestik kami," kata Anthony Albanese dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Rabu.Baca juga: Indonesia-Australia Sepakati Perjanjian Keamanan Baru, Ditandatangani Tahun Januari 2026Albanese menyampaikan, perjanjian ini adalah pengakuan dari kedua negara bahwa cara terbaik untuk mengamankan perdamaian dan stabilitas adalah dengan bertindak bersama.Sebagian besar perjanjian didasarkan pada perjanjian keamanan penting yang ditandatangani oleh pemerintahan Presiden ke-2 RI Soeharto pada 30 tahun yang lalu.Perjanjian ini pun dibangun berdasarkan Perjanjian Lombok 2006 yang antara lain menegaskan kembali integritas dan kedaulatan wilayah Indonesia."Perjanjian ini juga dibangun berdasarkan perjanjian kerja sama pertahanan yang kita tandatangani bersama tahun lalu," ucap Albanese.Baca juga: Prabowo Temui Gubernur Jenderal Australia, Kenang Punya Banyak Teman Berlatar MiliterLebih lanjut ia menjelaskan, perjanjian ini akan mengikat Australia dan Indonesia untuk berkonsultasi di tingkat pemimpin dan menteri secara berkala mengenai masalah keamanan.Konsultasi itu dilakukan untuk mengidentifikasi dan melaksanakan kegiatan keamanan yang saling menguntungkan, jika keamanan salah satu atau kedua negara terancam.Begitu pun untuk berkonsultasi dan mempertimbangkan langkah-langkah yang dapat diambil, baik secara individu maupun bersama-sama, untuk menghadapi ancaman tersebut."Ini merupakan momen penting dalam hubungan Australia-Indonesia. Perjanjian ini merupakan kelanjutan penting dari kerja sama keamanan dan pertahanan kita yang telah ada. Perjanjian ini menunjukkan bahwa hubungan kita tetap sekuat sebelumnya," jelas Albanese.Baca juga: Prabowo Disambut Upacara Kenegaraan Saat Bertemu Gubernur Jenderal Australia Sam MostynPada kesempatan yang sama, Prabowo menyatakan, kunjungannya telah melahirkan kesepakatan penting terkait keamanan dua negara.Indonesia, kata Prabowo, berkomitmen untuk bekerja sama erat di bidang pertahanan dan keamanan. Terlebih, Australia adalah tetangga Indonesia, sehingga perjanjian ini pada dasarnya sebagai penegas tekad Indonesia meningkatkan persahabatan.Prabowo lantas menyinggung budaya bertetangga di Indonesia. Masyarakat Indonesia seringkali mengutip sebuah pepatah bahwa tetangga yang akan membantu lebih dulu ketika seseorang menghadapi keadaan darurat."Saya telah berulang kali menekankan bahwa kita tidak dapat memilih tetangga kita, terutama negara-negara seperti kita. Sudah menjadi takdir kita untuk menjadi tetangga langsung. Jadi, marilah kita hadapi takdir kita dengan niat terbaik," tandas Prabowo.
(prf/ega)
PM Australia Akan ke Indonesia Januari 2026, Tandatangani Perjanjian Keamanan Baru
2026-01-12 07:41:27
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:25
| 2026-01-12 06:49
| 2026-01-12 06:41
| 2026-01-12 06:21










































