JAKARTA, - Seorang pelatih taekwondo bernama Bima (39) menjadi korban penganiayaan oleh pengendara motor yang melawan arah di Jalan Sadar Raya, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu . Ia dipukul berkali-kali menggunakan helm hingga mengalami luka memar di wajah dan bagian tubuh lainnya.Meski menguasai bela diri, Bima memilih tidak menyerang balik pelaku, bahkan berusaha tetap tenang dan mengutamakan keselamatan istrinya yang ikut dibonceng.Baca juga: Pelatih Taekwondo Tak Melawan Saat Dianiaya meski Pakai Seragam Bela DiriPeristiwa bermula ketika Bima terkejut melihat pengendara sepeda motor mencoba mengambil lajur dari arah berlawanan.Sontak ia menegur pelaku dengan kata kasar karena kaget.“Nah, di situ, saya karena spontan, ya kaget, saya teriaklah kata-kata kasar gitu,” ucap Bima saat dihubungi, Jumat .Pelaku kemudian memutar arah dan berhenti dekat minimarket sambil berteriak memanggil Bima.Baca juga: Alasan Pelatih Taekwondo Tak Melawan saat Dianiaya Pemotor Lawan Arah di Jagakarsa Saat didekati, pemotor itu tanpa banyak bicara langsung menyeruduk Bima dengan helm.“Saya belum bicara apa-apa, saya ditanduk pakai helm,” kata Bima.Akibat pukulan tersebut, kaca helm Bima terlepas dan kacamatanya pecah hingga melukai mata. Ketika menunduk mengambil kacamata, ia kembali dipukul mengenai punggung dan dada.“Saya defense. Saya ambil tangannya, saya banting, saya jatuhkan,” ujar Bima.Warga sekitar akhirnya melerai. Namun pelaku pergi sambil berteriak dan menolak ajakan Bima ke Polsek Jagakarsa.“Dia bilang, ‘Laporkan saja, urus dulu itu lukamu, urus dulu darahmu’,” ungkap Bima.Baca juga: Pelatih Taekwondo Dianiaya Pengendara Motor Lawan Arah di JagakarsaIa kemudian membuat laporan polisi dan menjalani visum. Hasilnya, ditemukan luka memar pada dada, rusuk, wajah, serta lecet dan gores di kaki.Bima mengaku banyak pertimbangan untuk tidak membalas serangan pelaku, meski dirinya seorang pelatih taekwondo.
(prf/ega)
Kala Pelatih Taekwondo Tak Serang Balik saat Dianiaya Pemotor...
2026-01-11 03:26:32
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:44
| 2026-01-11 02:58
| 2026-01-11 02:53
| 2026-01-11 02:49
| 2026-01-11 02:22










































