Usai Bosnya Dideportasi ke China, KRYA dan LABA Cari Pengganti Baru

2026-01-12 02:37:54
Usai Bosnya Dideportasi ke China, KRYA dan LABA Cari Pengganti Baru
JAKARTA, - Dua emiten Bursa Efek Indonesia, PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA) dan PT Green Power Group Tbk (LABA), mulai menata ulang struktur kepemimpinan setelah An Shaohong dideportasi ke China oleh Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non-TPI Jakarta Selatan pada Jumat .An Shaohong sebelumnya memegang tiga jabatan penting, yakni Direktur Utama LABA, Komisaris Utama KRYA, dan Komisaris Utama PT Oscar Mitra Sukses Sejahtera Tbk (OLIV).Deportasi dilakukan setelah ia terbukti melanggar izin tinggal dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) di Republik Rakyat China.Baca juga: Bos 3 Emiten Masuk DPO dan Dideportasi, Manajemen Yakinkan Investor Bisnis Tetap JalanManajemen KRYA menyampaikan dalam keterbukaan informasi di BEI, proses pergantian komisaris utama sedang dipersiapkan sesuai ketentuan.Perusahaan menegaskan operasional tetap terkendali dan tidak terdampak kasus yang menjerat An Shaohong.“Kami memastikan kondisi operasional perseroan tetap stabil dan tidak terpengaruh. Proses pergantian Komisaris Utama sedang kami lakukan sesuai ketentuan perundangan yang berlaku untuk menjamin keberlanjutan fungsi pengawasan,” ujar Direktur Utama KRYA, William Teng, Minggu .Manajemen menekankan belum mengetahui perkara apa pun yang dihadapi An Shaohong, baik di Indonesia maupun di China.Seluruh aktivitas konstruksi dan fabrikasi baja tetap berjalan normal.Baca juga: IWIP Jelaskan Sampel Alumina yang Ditahan AvSec dari WN China Bukan Upaya PenyelundupanLABA juga memulai proses suksesi Direktur Utama. Emiten telah mengajukan pemberitahuan rencana Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) melalui IDXNet pada 5 Desember 2025.Penyesuaian struktur direksi berpotensi dilakukan paling cepat Januari 2026.LABA menyampaikan operasional induk dan anak usaha berjalan normal. Keterbukaan informasi akan dijaga sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI.Hingga surat resmi dikirim ke BEI dan OJK pada Minggu , manajemen belum berhasil menghubungi An Shaohong.LABA juga menegaskan setiap dugaan pelanggaran keimigrasian atau administrasi yang melibatkan An Shaohong bersifat personal.“Perseroan tidak ikut terlibat dengan kasus yang sedang dihadapi oleh Bapak An Shaohong, baik di dalam negeri maupun di negara asalnya,” tulis manajemen dalam surat resmi yang dipublikasi di keterbukaan informasi BEI.


(prf/ega)