JAKARTA, – Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat menggelar inspeksi mendadak (sidak) pengawasan keamanan pangan di sejumlah pasar tradisional dan swalayan modern pada Selasa untuk memastikan keamanan pangan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).Sidak ini digelar bekerja sama dengan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat serta Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) DKI Jakarta.Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah menjelaskan, pengawasan pangan ini menyasar empat lokasi krusial yang menjadi pusat perbelanjaan warga di wilayah Kembangan.Baca juga: Sempat Gangguan, Perjalanan KRL Commuter Line Arah Cikarang Kembali Normal"Hari ini kita melakukan pengawasan keamanan pangan dalam rangka kesiapan kita menjelang Nataru. Tadi empat titik itu ada di Hypermart Puri Indah, The Foodhall Market Pesanggrahan, Hero Taman Alfa Indah, dan Pasar Lokbin Meruya Ilir," ujar Iin kepada wartawan di Hypermart Kembangan, Selasa.Pantauan Kompas.com di lokasi, Iin dan petugas gabungan mengelilingi Hypermart Puri Indah sejak pukul 09.00 WIB untuk melakukan pengecekan. Ia memeriksa stan penjualan daging segar, buah-buahan, dan memperhatikan kondisi produk secara fisik.Beberapa kali terlihat Iin dan tim BBPOM berdiskusi dengan pengelola swalayan mengenai kondisi sampel makanan yang diambil, termasuk asal produsen produk tersebut. Di area pintu masuk, terdapat stan laboratorium pengujian BBPOM yang berjejer dengan meja berisi alat-alat uji.Makanan yang telah diambil kemudian diuji secara real-time dan hasilnya dapat langsung diamati.Iin menyebut bahwa kehadiran tim gabungan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pangan di pusat perbelanjaan aman, mengingat tingginya permintaan selama masa liburan.Dalam sidak tersebut, petugas memeriksa berbagai jenis pangan, mulai dari sayuran, buah-buahan, makanan kering, kerupuk, hingga pangan segar hewani berupa daging sapi dan ayam."Tadi sama-sama kita sudah melihat langsung dari yang dijual, dari berbagai jenis. Sedang diteliti atau dicek laboratoriumnya oleh teman-teman tim dari BBPOM dan dari Sudin KPKP Jakarta Barat," kata Iin.Baca juga: KPK Temukan Chat Terhapus dalam HP Saat Geledah Kantor Pemkab Bekasi"Tentu ini akan menjadi sebuah contoh ya, bagaimana kita pemerintah hadir untuk menjamin keamanan dari pangan maupun yang akan dibeli oleh masyarakat ini di lingkungan pasar," sambungnya.Pengecekan dilakukan menggunakan metode rapid test atau uji cepat di lokasi. Sampel yang diambil meliputi 11 jenis pangan segar nabati dan dua jenis pangan segar hewani.Petugas secara spesifik mencari kandungan zat berbahaya yang sering disalahgunakan dalam pangan, seperti formalin, pestisida, pewarna tekstil (Rhodamin B dan Metanil Yellow), serta boraks."Tadi saya melihat langsung untuk ayam dan daging tadi telah dilihat di lab, tidak perlu waktu lama, hasilnya tidak ada (zat berbahaya), negatif. Dan juga sayuran pun negatif," jelas Iin.Meski mayoritas pangan segar dinyatakan aman, tim BBPOM menemukan satu produk olahan yang mengandung zat berbahaya, yakni manisan buah pala positif mengandung formalin.
(prf/ega)
Wali Kota Jakbar Sidak Pasar dan Swalayan Jelang Nataru, Temukan Produk Berformalin
2026-01-11 22:36:51
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 22:35
| 2026-01-11 22:12
| 2026-01-11 21:28
| 2026-01-11 21:11
| 2026-01-11 21:08










































