Polisi Tangkap Pemilik Wedding Organizer Ayu Puspita Terkait Dugaan Penipuan

2026-01-16 02:35:03
Polisi Tangkap Pemilik Wedding Organizer Ayu Puspita Terkait Dugaan Penipuan
JAKARTA, - Polres Metro Jakarta Utara menangkap pemilik wedding organizer (WO) Ayu Puspita terkait dugaan kasus penipuan, Minggu .Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Onkoseno Grandiarso, mengatakan saat ini penyidik masih memeriksa lima orang dari WO tersebut, termasuk pemilik Ayu Puspita."Saat ini dari semalam, ada lima orang dari pihak WO itu sekarang lagi kita periksa," kata Onkoseno saat dikonfirmasi, Senin .Baca juga: Korban Penipuan WO Pesan Katering 1.000 Porsi, yang Datang Cuma 20 PorsiHingga saat ini sebanyak 87 orang sudah melapor sebagai korban dugaan penipuan WO tersebut.“Yang laporan ke kami 87 orang yang terjadi di berbagai tempat. Kerugiannya masih kita kalkulasi,” ujar Onkoseno.Di sisi lain, Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Erick Frendriz, menjelaskan, kasus ini terungkap setelah salah satu korban berinisial SEG, melaporkan WO Ayu Puspita karena tidak memenuhi fasilitas yang telah dibayar senilai Rp 82,74 juta."Ketika waktu resepsi ternyata pihak wedding organizer tidak menyiapkan fasilitas sesuai dengan kesepakatan dan dari pihak wedding organizer tidak ada iktikad baik untuk menyelesaikan masalah tersebut," Erick dalam keterangannya.Dalam laporan polisi tersebut, setidaknya lima orang dilaporkan, termasuk owner WO.Mereka dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan/atau Pasal 372 KUHP tentang penggelapan.Baca juga: Curhat Keluarga Korban WO: Katering Tak Datang, Akhirnya Pesan Makanan OnlineKorban menyerahkan bukti berupa transfer pembayaran, percakapan WhatsApp, dan data terkait acara pernikahan.Hingga kini, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap para terlapor dan mengembangkan penyelidikan untuk menelusuri total kerugian serta kemungkinan adanya korban tambahan.


(prf/ega)

Berita Lainnya

Berita Terpopuler

#3

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-01-16 01:49