Saat Ruang Tunggu Stasiun Rangkasbitung Jadi "Hotel" bagi Mereka yang Tertinggal

2026-02-02 03:44:13
Saat Ruang Tunggu Stasiun Rangkasbitung Jadi
– Waktu menunjukkan pukul 23.00 WIB di Stasiun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, Selasa .Di ruang tunggu luar stasiun, deretan kursi besi nyaris penuh.Belasan orang tampak bersandar di kursi panjang, sebagian sudah terlelap dengan tas dijadikan bantal.Baca juga: Uang Sisa Rp 6.000, Nenek Aisah Bermalam di Stasiun Rangkasbitung Usai Ketinggalan Kereta TerakhirMalam itu, sekitar 15 penumpang memilih bermalam di stasiun, menunggu jadwal keberangkatan kereta pertama keesokan paginya.Sebagian dari mereka ketinggalan kereta lokal tujuan Merak, sementara yang lain terlambat naik KRL terakhir menuju Jakarta.Baca juga: Bingung Tertinggal Kereta di Rangkasbitung, Tak Mampu Bayar Rp 500 Ribu, Agung Habiskan Malam di StasiunFasilitas di ruang tunggu sederhana: kursi besi di bawah atap seng, tanpa kipas angin dan tanpa colokan listrik.Namun, bagi mereka yang tak punya pilihan lain, ruang tunggu itu menjadi tempat berteduh hingga pagi.Di salah satu sudut ruang tunggu, duduk Aisah (63), warga Cilegon. Ia baru tiba dari Depok setelah menempuh perjalanan panjang menggunakan KRL.Baca juga: Warga Serang Ingin Jalur KRL Diperpanjang, Sering Ketinggalan Kereta dan Menginap di Stasiun RangkasbitungKOMPAS.COM/ACEP NAZMUDIN Suasana ruang tunggu Stasiun Rangkasbitung saat sejumlah penumpang menilih menginap di sana menunggu keberangkatan kereta pertama keesokan harinya, Selasa .Seharusnya, ia melanjutkan perjalanan ke Cilegon dengan berganti ke KA Lokal Merak. Namun, sesampainya di Rangkasbitung, kereta terakhir sudah berangkat lebih dulu.“Saya bingung mau ke mana, enggak ada pilihan kendaraan lain ke Cilegon dari sini. Kayaknya mau istirahat di sini saja,” ujarnya kepada Kompas.com.Aisah mengaku tak punya banyak pilihan. Menyewa penginapan bukan opsi, sementara transportasi daring ke Cilegon terlalu mahal.“Saya cuma punya uang Rp 6.000, pas buat ongkos kereta Rp 3.000 dan sisanya untuk angkot ke rumah,” katanya.Tanpa ponsel untuk mengabari keluarga, Aisah memutuskan menunggu KA Lokal Merak pertama pukul 05.30 WIB.KOMPAS.COM/ACEP NAZMUDIN Suasana ruang tunggu Stasiun Rangkasbitung saat sejumlah penumpang menilih menginap di sana menunggu keberangkatan kereta pertama keesokan harinya, Selasa .Tak jauh dari Aisah, Agung (33) duduk bersandar dengan ransel besar di sampingnya.Warga Kalianda, Lampung, itu hendak ke Kebayoran, Jakarta Selatan, namun tertinggal KRL terakhir ke Tanah Abang yang berangkat pukul 22.02 WIB.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Lalu ketiga, penguatan talenta keamanan siber ASN, baik di pusat maupun di daerah, dan terakhir, pendampingan intensif melalui Ekosistem Keamanan Siber Nasional.Dengan empat langkah strategis ini, keamanan siber tidak lagi bersifat reaktif, tetapi menjadi sistem pertahanan yang proaktif, terstandarisasi, dan terintegrasi untuk melindungi ruang digital Indonesia, jelasnya.Sementara itu, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi mengatakan, sinergi, kolaborasi, kerja sama, persatuan, kerukunan, adalah rumus keberhasilan suatu bangsa dalam mewujudkan transformasi nasional.Menurutnya, BSSN dan Kementerian PANRB terus berupaya meningkatkan sinergi dan kolaborasi di berbagai bidang, termasuk dalam pelaksanaan program percepatan transformasi digital yang aman.Baca juga: Rapat bersama DPR, Menteri PANRB Sampaikan Progres dan Proyeksi Program Kerja Kementerian PANRBTentu saja percepatan transformasi itu untuk mendukung Asta Cita dan Program Prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045.Kami sangat mengapreasiasi Kementerian PANRB yang telah memberikan arahan dan dukungan sehingga terbuka ruang kolaborasi yang kuat antar kedua institusi, kata Sulistyo.Kolaborasi itu, kata dia, diwujudkan dengan menempatkan keamanan siber dan sandi sebagai enabler dan trust builder, serta mengintegrasikan keamanan siber dan sandi dalam kebijakan serta peta jalan penyelenggaraan transformasi digital.Hal tersebut, dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kepada masyarakat.

| 2026-02-02 01:54