Ekonomi RI Tumbuh 5,04 Persen di Kuartal III 2025, Ini Kata Airlangga dan Purbaya

2026-01-16 22:42:01
Ekonomi RI Tumbuh 5,04 Persen di Kuartal III 2025, Ini Kata Airlangga dan Purbaya
JAKARTA, – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III 2025 mencapai 5,04 persen secara tahunan (year on year/yoy).Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga konstan tercatat sebesar Rp 3.444,8 triliun, naik dari Rp 3.279,5 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh Edy Mahmud, mengatakan, nilai PDB atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp 6.060,0 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan (ADHK) sebesar Rp 3.444,8 triliun.Baca juga: Prabowo Dorong Kolaborasi Antar-lembaga untuk Perkuat Pertumbuhan EkonomiCapaian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini masih stabil meskipun dunia menghadapi perlambatan global. Kekuatan konsumsi domestik, investasi, dan ekspor menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi RI pada kuartal III 2025.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut, pertumbuhan ekonomi RI kuartal III 2025 yang mencapai 5,04 persen mencerminkan efektivitas pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).Sinergi antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan turut memperkuat stabilitas ekonomi nasional.“APBN berperan menjaga daya beli masyarakat dan mendukung dunia usaha agar lebih berdaya saing di tingkat global,” ujar Purbaya dalam keterangannya, Kamis .Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 juga berdampak positif pada lapangan kerja. Sebanyak 1,9 juta lapangan kerja baru tercipta, sementara tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun menjadi 4,85 persen dari 4,91 persen pada Agustus 2024.Baca juga: Manufaktur Kembali Lampaui Pertumbuhan Ekonomi NasionalDari sisi permintaan domestik, konsumsi rumah tangga naik 4,89 persen (yoy), didorong oleh meningkatnya mobilitas masyarakat, transaksi digital, serta pengeluaran untuk transportasi dan komunikasi yang tumbuh 6,41 persen.Konsumsi pemerintah turut meningkat 5,49 persen, mencerminkan optimalisasi belanja negara di tengah upaya mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini.Sementara investasi bangunan tumbuh 3,02 persen (yoy), seiring percepatan pembangunan infrastruktur dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) dan program prioritas seperti Dapur Makan Bergizi Gratis, sekolah rakyat, dan perumahan.Ekspor barang dan jasa riil juga mencatat pertumbuhan tinggi, yakni 9,91 persen (yoy), didorong permintaan dari negara mitra dagang utama serta daya saing produk ekspor seperti minyak nabati, besi-baja, dan mesin listrik. Ekspor jasa naik 7,62 persen, seiring lonjakan wisatawan mancanegara hingga 21,8 persen (yoy).Sementara impor barang dan jasa hanya tumbuh 1,18 persen. Impor barang naik 0,92 persen untuk kebutuhan produksi, dan impor jasa meningkat 2,82 persen. Kondisi ini menunjukkan penguatan daya saing ekspor dan ketahanan industri domestik.Baca juga: Ekonom Soroti Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal III 2025, Ada Apa?Dari sisi sektoral, industri pengolahan tumbuh 5,54 persen. Subsektor logam dasar mencatat lonjakan 18,62 persen, disusul industri kimia dan farmasi yang tumbuh 11,65 persen.Sektor pertanian naik 4,93 persen, sementara sektor jasa seperti perdagangan, akomodasi, dan komunikasi masing-masing tumbuh di atas 5 persen.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-01-16 21:17