JAKARTA, - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengerahkan 15 unit ekskavator untuk menangani banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah pada Kamis .Berdasarkan laporan Kementerian PU, bencana tersebut terjadi akibat intensitas hujan tinggi dan kontur tanah yang labil di kawasan perbukitan Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang.Baca juga: Atasi Banjir Rob di Pesisir Medan-Belawan, Waduk Danau Siombak DirevitalisasiAkibatnya, sejumlah rumah warga tertimbun dan menyebabkan korban jiwa.Seluruh alat berat dikoordinasikan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, dan unsur Forkopimda Cilacap untuk mempercepat akses ke titik longsor sekaligus mendukung proses evakuasi dan pencarian korban."Nanti juga akan kami koordinasikam dengan Pak Gubernur Jateng untuk modifikasi cuaca dan BNPB agar proses search and rescue jauh lebih efektif. Pokoknya kita akan suport penuh tidak hanya ekskavatornya tetapi juga solarnya," kata Menteri PU Dody Hanggodo, dikutip dari keterangan resmi, Minggu .Baca juga: Profil Floodway Sikambing, Pengendali Banjir di Medan-Belawan Penanganan darurat melibatkan 520 personel tim gabungan dari berbagai unsur.Lokasi terdampak dibagi menjadi beberapa zona pekerjaan dengan tugas, meliputi pembuatan sodetan aliran air untuk mencegah genangan dan memperlancar akses evakuasi serta pencarian korban di titik-titik terdampak longsor.Dody turut menyampaikan duka cita atas korban yang meninggal dunia serta memastikan dukungan kementerian akan berlanjut hingga masa pemulihan."Kami terus memantau lapangan dan memastikan dukungan infrastruktur darurat berjalan maksimal," ujar Dody.Kementerian PU mengalokasikan anggaran sebesar Rp 351,83 miliar untuk siaga dan tanggap darurat bencana sepanjang tahun 2025.Anggaran tersebut digunakan untuk memperkuat infrastruktur publik, mempercepat penanganan darurat, serta mendukung pemulihan pasca-bencana di seluruh wilayah Indonesia.Alokasi anggaran tanggap darurat Kementerian PU tahun 2025 sebesar Rp 351,83 miliar terdiri dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Air sebesar Rp 300 miliar dan Direktorat Jenderal Bina Marga Rp 51,8 miliar.Baca juga: Normalisasi Kali Ciliwung Berlanjut, Wamen PU: Persiapan Hadapi BanjirSelain itu, Kementerian PU juga telah memobilisasi 5.755 unit alat berat, 382.044 bahan logistik, serta menerjunkan 3.455 personel siaga di lapangan.Hingga awal November 2025, realisasi penyerapan anggaran mencapai Rp 261,9 miliar atau sekitar 74,4 persen dengan fokus utama pada penanganan bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor.Salah satunya adalah penanganan bencana banjir lahar dingin Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, serta penanganan bencana abrasi dan banjir rob di Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu.Selanjutnya, sisa anggaran sebesar Rp 89,9 miliar disiapkan untuk menghadapi potensi bencana hingga akhir tahun, seiring dengan prakiraan curah hujan tinggi lebih dari 2.500 milimeter per tahun dari BMKG Climate Outlook 2025.Baca juga: Banjir Semarang Belum Hilang, Kementerian PU Tambah 5 Pompa AirBerdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga 2 November 2025 telah tercatat 2.715 kejadian bencana di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, banjir menjadi bencana dengan frekuensi tertinggi, yaitu 1.337 kejadian atau 49,24 persen dari total bencana.Untuk tahun 2026, Kementerian PU memproyeksikan anggaran tanggap darurat menjadi Rp 449,1 miliar, sebagai bentuk penguatan kapasitas penanganan cepat di lapangan.
(prf/ega)
15 Ekskavator Dikerahkan Tangani Banjir dan Longsor di Cilacap
2026-01-12 04:07:44
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:23
| 2026-01-12 03:39
| 2026-01-12 03:23
| 2026-01-12 03:18
| 2026-01-12 03:06










































