Ide Patungan Beli Hutan Dinilai Sindiran dan Tamparan untuk Pemerintah

2026-01-12 06:06:51
Ide Patungan Beli Hutan Dinilai Sindiran dan Tamparan untuk Pemerintah
JAKARTA, - Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan menilai, gagasan patungan untuk membeli hutan sebagai sindiran tajam untuk pemerintah.Menurut dia, ide ini lahir dari kesadaran dan kepedulian masyarakat untuk menjaga hutan Indonesia."Ini sindiran tajam untuk pemerintah, meskipun secara ide menarik dan bentuk kepedulian bersama atas rusaknya hutan dan lingkungan," ucap Daniel, saat dikonfirmasi, Rabu .Politikus PKB ini juga memandang ide patungan tersebut sebagai wujud kekecewaan masyarakat.Baca juga: Ketua DPD Dukung Patungan Beli Hutan: Ekonomi Penting, Ekologi JugaTerlebih, kondisi deforestasi di hutan Indonesia semakin banyak.Sementara itu, para pelaku deforestasi tidak pernah bertanggung jawab atas ulahnya terhadap rusaknya hutan di Tanah Air."Ide patungan membeli hutan agar bisa mengatasi masalah deforestasi mencerminkan rasa kekecewaan yang dalam warga, terutama warganet, yang melihat kondisi degradasi hutan kian tahun semakin habis dan menimbulkan bencana ekologis yang menelan korban dan harta benda," ucap dia.Di sisi lain, gagasan patungan membeli hutan tersebut menjadi tamparan, khususnya untuk para pejabat pengambil kebijakan."Ini bentuk tamparan buat pengambil kebijakan yang dengan mudah memberikan izin konsesi tanpa pengawasan yang baik," kata Daniel.Menurut dia, ide ini akan menjadi terobosan baru menyelamatkan hutan.Hutan hasil patungan itu juga akan menjadi milik rakyat, bukan hutan milik negara semata.Baca juga: Prabowo Bertemu Empat Mata dengan Presiden Pakistan, Bahas Penguatan KemitraanDaniel mengajak semua pihak untuk bersatu menjaga serta mengawasi kerja pemerintah dalam mengelola hutan.Jangan sampai hutan yang ada menjadi rusak.Ia mengajak agar hutan terus dijaga dan dilestarikan."Saatnya semua bersatu padu, melihat, mengawasi kinerja pemerintah dalam mengelola hutan. Hutan yang rusak seperti saat ini adalah warisan belasan-puluhan tahun lalu. Kita tidak ingin kembali merusak hutan yang tersisa, harus dijaga dan dilestarikan," tegas dia.


(prf/ega)