Perkara Guiding Block di Tangsel: Tanpa Tekstur hingga Ubah Warna

2026-01-12 06:41:24
Perkara Guiding Block di Tangsel: Tanpa Tekstur hingga Ubah Warna
Blok pemandu (guiding block) di trotoar kawasan Tangerang Selatan (Tangsel) ramai dibahas di media sosial (medsos). Guiding block ramai dibahas karena cuma dicat.Umumnya, guiding block di trotoar dibangun menggunakan papan bertekstur yang menjadi petunjuk bagi penyandang tunanetra. Namun, guiding block di trotoar tersebut hanya dicat warna kuning.Trotoar dengan 'guiding block' berkelir kuning itu ada di Jalan Puspiptek-Serpong, Tangsel, tepatnya di depan SMAN 2 Tangerang Selatan hingga SMPN 8 Tangerang Selatan.detikcom mendatangi lokasi trotoar dengan guiding block tanpa tekstur dan hanya dicat seperti video viral di medsos. Kini, cat kuning telah diganti dengan cat abu-abu.Pantauan detikcom di lokasi, Senin (29/12/2025) pukul 11.30 WIB, sisa cat kuning masih terlihat pada trotoar tersebut. Guiding block juga belum terpasang di trotoar.Petugas yang membenahi trotoar tersebut juga sudah tidak lagi tampak. Menurut Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Tangsel, pengerjaan cat ulang trotoar tersebut dilakukan pada hari Sabtu (27/12)."Penanganan langsung dikerjakan oleh Dinas PUPR Provinsi Banten, pergantian warna dilakukan pada hari Sabtu kemarin," ujar Humas Dinas SDABMBK Tangsel Kemal saat dihubungi, Senin (29/12/2025).Kemal menjelaskan, trotoar tersebut jadi kewenangan Dinas PUPR Provinsi Banten. Laporan warga soal guiding block bercat kuning di trotoar tersebut telah diteruskan ke Dinas PUPR Provinsi Banten. "Lokasi pedestrian di depan SMPN 8 Kota Tangerang Selatan, Jalan Serpong-Puspiptek, merupakan kewenangan Dinas PUPR Provinsi Banten," kata Kemal.Seorang warga bernama Joni (33) menyebutkan trotoar itu telah diperbaiki sejak beberapa bulan lalu. Ia awalnya mengira trotoar tersebut memiliki guiding block karena ada warna kuning di tengahnya."Saya mikirnya waktu itu saya kira bener ya, ada yang buat disabilitasnya itu. Tapi ternyata kan kalau yang saya dengar, terus juga katanya jadi viral di socmed, ternyata nggak ada buat yang disabilitasnya itu ya," ujar Joni saat ditemui di lokasi.Joni mengatakan trotoar tersebut dicat ulang menggunakan warna abu-abu pada Sabtu (27/12). Dia berharap trotoar tersebut diperbaiki kembali sehingga dapat digunakan sesuai dengan penggunaannya."Ya trotoarnya lebih sesuai lagi lah penggunaannya. Ini kan buat jalan gitu, kan. Terus juga biar enak warganya. Saya pikir ya harus dibenerin sih, Bang," kata Joni.Warga lainnya, Maulana (24), juga berharap perbaikan trotoar tersebut konsisten dengan rencana awal pemerintah. "Kalau saya sih berharap ya biar ini ya, bergantung juga dari pemerintahnya idenya gimana. Ya kalau bisa konsisten lah. Misal, pemerintah maunya buat disabilitas ya harus ada guiding block-nya gitu, Bang, kalau mau gitu," ujar Maulana.Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menjelaskan soal trotoar yang viral dicat kuning menyerupai blok petunjuk di Tangsel. Pemprov menyebutkan inisiatif pengecatan itu dilakukan untuk memperindah trotoar dan akan dibangun guiding block asli pada 2026.Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten, Arlan Marzan, menyebutkan trotoar sepanjang 190 meter itu sudah dibangun pada 2014. Kemudian, banyak laporan soal kondisi trotoar sudah kusam."Emang dari awal itu nggak ada guiding block-nya, terus karena kondisinya sudah agak rusak-rusak, kumuh, sama Hamdan (Kepala UPTD PJJ Tangerang) diperbaiki, dicat dibikin biar cantik, biar estetik," kata Arlan.Menurut dia, pemasangan guiding block akan dilakukan tahun depan dan anggarannya sudah disiapkan. Sementara itu, dia mengatakan perubahan warna cat menjadi abu-abu dilakukan agar tampilannya lebih natural."Pemeliharaan itu dicat, tadinya ada warna kuningnya, kan kurang bagus, diganti abu-abu, biar natural," katanya.Simak juga Video '#SaveSiJalurKuning: 13 Rintangan Tunanetra di Trotoar Jalan Dewi Sartika':[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-01-12 05:58