JOHANNESBURG, – Sedikitnya sembilan orang tewas dan 10 lainnya luka-luka dalam penembakan massal yang terjadi di kawasan permukiman Bekkersdal, sebelah barat Johannesburg, Afrika Selatan.Insiden berdarah itu berlangsung di sebuah bar pada Minggu dini hari waktu setempat.Sejumlah pria bersenjata dilaporkan melepaskan tembakan secara membabi buta sebelum melarikan diri. Polisi Afrika Selatan kini memburu para pelaku yang hingga kini belum teridentifikasi.Baca juga: Jejak Pelaku Penembakan Bondi di Filipina Terungkap, Pernah ke Toko SenjataMenurut keterangan South African Police Service (SAPS), insiden penembakan terjadi “sesaat sebelum pukul 01.00 waktu setempat” di wilayah Tambo Municipality.Aksi tersebut menyebabkan “sembilan orang meninggal dunia dan 10 orang lainnya mengalami luka-luka.”Polisi menyebut, “Dilaporkan sekitar 12 tersangka yang belum diketahui identitasnya, menggunakan sebuah kombi putih dan sedan berwarna perak, melepaskan tembakan ke arah para pengunjung tavern dan terus menembak secara acak saat mereka melarikan diri.”SAPS juga menegaskan bahwa “tavern tersebut memiliki izin resmi.”Lembaga penyiaran publik Afrika Selatan, SABC, awalnya melaporkan jumlah korban tewas mencapai 10 orang. Namun, laporan tersebut kemudian direvisi.Sebelumnya, seorang juru bicara kepolisian Provinsi Gauteng sempat mengatakan kepada AFP, “Sepuluh orang tewas. Kami belum memiliki rincian siapa saja mereka.”Baca juga: Australia Borong Senjata Api Warga Usai Penembakan Bondi, Singkirkan Bedil dari JalananSetelah proses verifikasi lebih lanjut, SAPS mengonfirmasi angka korban tewas sebanyak sembilan orang.Hingga kini, motif penembakan masih belum diketahui dan aparat masih berupaya mengidentifikasi para korban.Kepolisian menyatakan tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap latar belakang insiden tersebut.“Unit Investigasi Kejahatan Serius dan Kekerasan Provinsi Gauteng, bersama Crime Detection Tracing Unit, telah meluncurkan perburuan terhadap para tersangka yang terlibat dalam insiden penembakan massal pada Minggu dini hari, 21 Desember 2025,” demikian pernyataan SAPS.Pelaksana tugas Komisaris Provinsi Gauteng, Fred Kekana, mengatakan aparat masih mengumpulkan keterangan dari para saksi di lokasi kejadian.“Kami masih sibuk mengumpulkan keterangan. Tim nasional manajemen kejahatan kami telah tiba,” ujar Kekana, seperti dikutip AFP.Dalam pernyataannya kepada SABC, Kekana menambahkan, “Tim manajemen tempat kejadian perkara tingkat provinsi telah tiba, tim dari pusat catatan kriminal lokal juga sudah di sini, demikian pula tim investigasi kejahatan serius, intelijen kejahatan, dan tim detektif kriminal provinsi.”Insiden ini kembali menyoroti tingginya angka kekerasan bersenjata di Afrika Selatan. Sebelumnya, pada 6 Desember lalu, sekelompok pria bersenjata menewaskan 12 orang, termasuk seorang anak berusia tiga tahun, di sebuah hostel di Pretoria yang dilaporkan menjual minuman beralkohol secara ilegal.Baca juga: Terima Donasi Rp 27 Miliar, Pahlawan Penembakan Bondi: Apakah Aku Pantas?
(prf/ega)
Penembakan Massal Melanda Afrika Selatan, 9 Orang Tewas
2026-01-11 23:34:41
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 23:06
| 2026-01-11 22:56
| 2026-01-11 22:31
| 2026-01-11 22:13
| 2026-01-11 22:11










































