SMA di Jateng Terapkan 5 Hari Sekolah Sejak 2018, Wacana Sekolah 6 Hari Terus Dikaji

2026-01-12 07:50:48
SMA di Jateng Terapkan 5 Hari Sekolah Sejak 2018, Wacana Sekolah 6 Hari Terus Dikaji
SEMARANG, - Jawa Tengah telah menerapkan sistem lima hari sekolah sejak tahun ajaran 2017/2018.Evaluasi terhadap pelaksanaan kebijakan tersebut menjadi salah satu dasar untuk mempertimbangkan kembalinya enam hari sekolah.Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah menegaskan bahwa rencana penerapan kembali sistem sekolah enam hari masih terus dikaji.“Kami evaluasi dari pelaksanaan 5 hari sekolah ini sejauh mana memberikan dampak pada kualitas mutu pendidikan dan karakter siswa-siswinya,” kata Sekretaris Disdikbud Jateng, Syamsudin, saat ditemui di kompleks Gubernur Jateng, Selasa .Baca juga: Modal Jual Cincin Pernikahan, Bu Tari Buktikan Guru Juga Bisa Jadi Pengusaha TangguhIa mengakui masing-masing sistem memiliki kelebihan dan kekurangan.Pada sistem lima hari, hari Sabtu dianggap dapat dimanfaatkan untuk interaksi keluarga dan kegiatan ekstrakurikuler.Namun, di sejumlah daerah, banyak orang tua tetap bekerja pada hari Sabtu sehingga pengawasan anak kurang maksimal, dan anak cenderung lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai.“Saat ini kita masih dalam tahap kajian untuk melakukan pertimbangan-pertimbangan segala aspek yang melihat fenomena perkembangan anak-anak saat ini. Jadi, kalau bicara tataran kebijakan, saat ini belum ditetapkan tapi masih dalam proses pengkajian,” ujar Syamsudin.Dia menegaskan bahwa kebijakan lima atau enam hari tidak terkait dengan perubahan kurikulum nasional karena yang diatur pusat adalah pemenuhan jam belajar mingguan.“Dari pusat itu koridornya jam minimal satu minggu itu terpenuhi 48 jam. Jadi, mau dibuat 5 hari, 6 hari. Kalau 5 hari berarti lebih padat sampai sore, kalau 6 hari lebih singkat jam 14.30 WIB sudah selesai,” lanjutnya.Syamsudin menyebut keputusan mengenai jumlah hari sekolah untuk SMA/SMK menjadi kewenangannya, sementara SD dan SMP berada di kabupaten/kota.Namun, mayoritas SD dan SMP di Jawa Tengah memang masih menjalankan sekolah enam hari, kecuali di Kota Semarang dan Kota Magelang.Lebih lanjut, menanggapi isu rotasi guru agar lebih dekat dengan domisili bila enam hari diterapkan, dia menyebut hal tersebut masih dalam pembahasan.“Harapannya nanti kami akan berpikir di sana, alternatifnya adalah mendekatkan guru-guru dengan domisilinya. Tapi semuanya juga nanti melihat kondisi sebenarnya di kabupaten,” ujarnya.


(prf/ega)