JAKARTA, - Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf angkat bicara menanggapi kabar pencopotan Charles Holland Taylor dari posisi Penasihat Khusus Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf.Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah, menyerahkan penjelasan mengenai isu pencopotan Holland Taylor kepada jajaran syuriyah PBNU yang menurutnya punya wewenang."Ya, itu salah satunya. Coba nanti yang akan memberikan penjelasan lebih detail adalah jajaran syuriah," kata Gus Ipul di Pusdiklatbangprof Margaguna, Jakarta Selatan, Senin .Baca juga: Siapa Charles Holland Taylor yang Dicopot dari Posisi Penasihat Ketum PBNU?Gus Ipul berpesan kepada seluruh masyarakat, terutama pengurus NU, untuk bersabar dan tidak beropini sebelum adanya keputusan resmi.Ia meminta publik tidak terbawa oleh informasi-informasi yang mungkin tidak sesuai dengan dasar-dasar bagi pengambilan keputusan di tingkat jajaran syuriah."Tetap berada dalam frekuensinya, dan mengikuti perkembangan dan informasi yang resmi," kata Gus Ipul.Baca juga: Mengenal KH Miftachul Akhyar, Rais Aam PBNU yang Tandatangani Risalah Gus YahyaMenteri Sosial ini juga meyakini bahwa para ulama akan mengambil keputusan berdasarkan nilai-nilai agama dan sesuai dengan ketentuan yang ada."Karena namanya Nahdlatul Ulama, maka yang memimpin adalah para ulama. Para ulama akan mengambil keputusan-keputusan sesuai dengan nilai-nilai agama dan sesuai dengan seluruh ketentuan yang ada," ucap dia.Charles Holland Taylor diketahui merupakan penasihat khusus Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, untuk urusan internasional.Kabar pencopotan Holland Taylor mencuat setelah beredarnya Surat Edaran Nomor: 4780/PB.23/?.??.10.71/99/11/2025 yang ditandatangani Rais Aam PBNU, Miftachul Akhyar.Baca juga: Hasil Rapat Alim Ulama PBNU: Tidak Ada Pemakzulan, Tak Ada Pengunduran DiriIsu ini muncul di tengah digoyangnya posisi Yahya Cholil Staquf sebagai ketua umum PBNU.Diberitakan bahwa muncul desakan agar Gus Yahya segera mundur dari jabatan ketua umum PBNU lewat rapat harian Syuriyah PBNU.Ada beberapa poin yang menjadi sorotan hingga akhirnya menjadi alasan permintaan agar Gus Yahya mengundurkan diri.Pertama, rapat memandang bahwa diundangnya narasumber yang terkait dengan jaringan Zionisme Internasional dalam Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama (AKN NU) sebagai narasumber kaderisasi tingkat tertinggi NU telah melanggar nilai dan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah An Nahdliyah serta bertentangan dengan Muqaddimah Qanun Asasi NU.Baca juga: Tangkis Desakan Mundur, Gus Yahya Ajak PBNU Merujuk ke AD/ARTKedua, rapat memandang bahwa pelaksanaan AKN NU dengan narasumber yang terkait dengan jaringan Zionisme Internasional di tengah praktik genosida dan kecaman dunia internasional terhadap Israel telah memenuhi ketentuan Pasal 8 huruf a Peraturan Perkumpulan NU Nomor 13 Tahun 2025 tentang Pemberhentian Fungsionaris, Pergantian Antar Waktu, dan Pelimpahan Fungsi Jabatan, yang mengatur bahwa pemberhentian tidak dengan hormat dilakukan terhadap fungsionaris dikarenakan yang bersangkutan melakukan tindakan yang mencemarkan nama baik Perkumpulan.Ketiga, rapat memandang bahwa tata kelola keuangan di lingkungan PBNU mengindikasikan pelanggaran terhadap hukum syara', ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, Pasal 97-99 Anggaran Rumah Tangga NU, dan Peraturan Perkumpulan NU yang berlaku, serta berimplikasi yang membahayakan pada eksistensi Badan Hukum Perkumpulan NU.Baca juga: Internal Kursi Pimpinan Memanas, Ini Daftar Ketua Umum PBNU Sejak 1926Dengan mempertimbangkan poin 1, 2, dan 3 di atas, maka Rapat Harian Syuriyah memutuskan menyerahkan sepenuhnya pengambilan keputusan kepada Rais Aam dan dua Wakil Rais Aam.Sementara itu, hasil Rapat Alim Ulama PBNU pada Minggu malam menyepakati bahwa tidak ada pemakzulan terhadap Gus Yahya."Sepakat kepengurusan PBNU harus selesai sampai satu periode yang muktamarnya kurang lebih satu tahun lagi. Semuanya, tidak ada pemakzulan, tidak ada pengunduran diri, semua sepakat begitu. Semua gembleng 100 persen ini," kata Katib Aam PBNU, Ahmad Said Asrori, dalam konferensi pers di lantai 8 kantor PBNU, Jakarta.
(prf/ega)
Gus Ipul Angkat Bicara soal Charles Holland Taylor Dicopot dari PBNU
2026-01-12 06:13:22
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:08
| 2026-01-12 05:49
| 2026-01-12 05:43
| 2026-01-12 04:37










































