TNI Kerahkan 37.910 Personel untuk Rekonstruksi Usai Banjir Sumatera

2026-01-16 04:17:15
TNI Kerahkan 37.910 Personel untuk Rekonstruksi Usai Banjir Sumatera
JAKARTA, - Panglima TNI Agus Subiyanto menyatakan, TNI mengerahkan sebanyak 37.910 personel untuk mendukung proses rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.Pengerahan tersebut mencakup penambahan 15 batalion, yang terdiri dari lima Batalyon Zeni dan 10 Batalyon Teritorial Pembangunan.“Pelibatan personel TNI pada saat rekonstruksi dan rehabilitasi sejumlah 37.910 orang, termasuk penambahan 15 batalion,” kata Agus dalam Konferensi Pers Perkembangan Terkini Penanganan Pascabencana di Posko Terpadu Lanud Halim Perdanakusuma, Senin .Baca juga: Perintah Prabowo: Kerahkan Segala Daya Upaya untuk Penanganan Banjir SumateraAgus menjelaskan, batalion tersebut akan membantu berbagai pekerjaan fisik di wilayah terdampak, salah satunya pemasangan Jembatan Bailey.Baca juga: Jembatan Bailey Rampung, Akses Bener Meriah-Eks Simpang KAA Kembali TersambungSebagai informasi, Jembatan Bailey umumnya digunakan sebagai jembatan darurat pengganti jembatan penghubung yang putus.Jembatan dengan rangka baja ringan berkualitas tinggi ini bersifat mudah dipindahkan atau movable.Selain pemasangan Jembatan Bailey, Agus menuturkan, personel TNI juga dikerahkan untuk pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap), serta pembersihan fasilitas umum.“Kemudian pembuatan huntara dan huntap, pembersihan lumpur yang ada di sekolah, pesantren, jalan, dan fasilitas umum lainnya,” imbuhnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-01-16 03:35