JAKARTA, - Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil mengeluhkan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka belum menjenguk wilayahnya sejak bencana banjir besar melanda akhir November 2025 lalu.Keluhan tersebut dia sampaikan dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana Sumatera yang digelar DPR di Aceh, Selasa .“Kemudian perlu saya sampaikan sedikit. Izin Bapak Menteri dan kepada seluruh yang telah hadir. Mungkin tadi sudah disampaikan, maaf Bupati Tamiang dan Bupati Pidie Jaya,” ujar Ismail.Baca juga: Aceh Utara Butuh 7.300 Perlengkapan Sekolah, Baru Dikirim Kemdikdasmen 900 Unit“Mungkin di Aceh Utara selama ini… Pak Presiden selalu ke Tamiang dan Takengon, Aceh Tengah dan juga hadir di Pidie Jaya. Termasuk Pak Wakil Presiden. Tapi kami sampai kemarin belum (Prabowo ke Aceh Utara),” sambungnya.Menanggapi pernyataan tersebut, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad selaku pimpinan rapat sempat menimpali dengan mengatakan, “Lagi kita undang.”Ismail kemudian melanjutkan dengan nada kecewa, mempertanyakan apakah bencana banjir di Aceh Utara tidak diketahui oleh pemerintah pusat.“Tapi di Aceh Utara kayaknya kemana saya rasa apa enggak tahu ada banjir?” ujar Ismail.Baca juga: Bupati Aceh Utara Soroti Salah Pola Distribusi Bantuan 2.000 Ton Beras untuk Korban BanjirDia pun menduga bahwa salah satu penyebab minimnya perhatian terhadap Aceh Utara adalah lumpuhnya jaringan komunikasi di hampir seluruh wilayah terdampak.Menurut Ismail, kondisi ini berbeda dengan daerah lain yang lebih cepat mendapat perhatian karena peristiwa bencananya tersebar luas di media sosial.“Karena gini masalahnya di Aceh Utara 27 kecamatan yang terdampak 25 kecamatan kami sinyal tidak ada, Telkom mati. Makanya tidak viral,” kata dia.“Mungkin viralnya di Bireuen karena putus jembatan. Mungkin viralnya di Deming, karena kota,” sambungnya.Baca juga: BNPB Targetkan Sekolah di Aceh Utara Bisa Beroperasi Awal Januari 2026Dia pun menegaskan bahwa dampak banjir di Aceh Utara sangat parah dan melanda hampir seluruh wilayah, mulai dari hulu hingga hilir.Namun, perangkat daerah dan masyarakat di Aceh Utara tidak memiliki akses untuk bisa menyebarluaskan di media sosial agar langsung mendapatkan perhatian pusat.“Tapi di Aceh Utara dari 27 kecamatan dan 25 kecamatan terdampak dan sinyal ponsel mati. Kami bisa melihat saja bagaimana rumah hanyut. Kemudian bagaimana sarana ibadah hanyut,” kata Ismail.“Kemudian manusianya hanyut dibawa arus, kami hanya bisa melihat di atap-atap menasap. Tapi kami tidak bisa memviralkan,” sambungnya.
(prf/ega)
Keluhan Bupati Aceh Utara: Prabowo dan Gibran Belum Kunjungi Aceh Utara
2026-01-12 03:51:33
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:07
| 2026-01-12 03:29
| 2026-01-12 02:11
| 2026-01-12 02:06
| 2026-01-12 01:39










































