YOGYAKARTA, - Dua jalur ektrem di Gunung Kidul menjadi sorotan jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).Dua jalan itu adalah tanjakan Bundelan, Ngawen dan tanjakan menuju Obelix Sea View, Purwosari. Kedua tanjakan tersebut cukup curam dan beberapa kali terjadi kecelakaan karena kendaraan tidak kuat menanjak.Selain itu, turunan yang cukup tajam juga berbahaya bagi pengendara yang belum hafal medan.Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gunungkidul, Setiyo Hartato mengatakan, pihaknya akan melakukan sosialisasi mengenai dua jalur tersebut.Untuk jalur alternatif Bundelan akan dialihkan melewati Sambeng, sementara tanjakan Obelix bisa dilalui lewat jalur Paralayang melalui Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS).Baca juga: Korban Tewas Laka Maut di Tanjakan Cae Sumedang Bertambah Jadi 4 Orang, Semuanya PeziarahPihaknya bersama dinas terkait akan melakukan sosialisasi melalui media sosial terkait jalur alternatif."Akan tayang memposting video dan ada presenter yang menjelaskan jalur alternatifnya mana saja," katanya saat ditemui di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Kamis .Selain itu, mereka akan melakukan report of problem apabila terdapat masalah di Google Maps, salah satunya mengedit atau memberikan komentar pada koordinat yang menjadi titik rawan."Sehingga pengguna maps bisa melihat komentar sebelumnya mengenai penggunaan dua jalur itu," kata dia.Baca juga: Libur Natal dan Tahun Baru, Wisatawan dan Pemudik ke Gunungkidul Diimbau Tak Lewat 2 Jalur IniDinas Perhubungan Kabupaten Gunungkidul mengimbau wisatawan dan pemudik untuk tidak melintas di tanjakan Bundelan dan tanjakan menuju Obelix Sea View-Bukit Paralayang.Dinas Perhubungan Kabupaten Gunungkidul meminta wisatawan dan pemudik yang belum hafal untuk tidak melintas di dua jalur ekstrem Gunungkidul saat libur Natal dan Tahun Baru.Pihaknya memperkirakan puncak pemudik akan terjadi beberapa kali.Adapun puncak pemudik diprediksi terjadi pada tanggal 20-21 Desember, sedangkan puncak pergerakan kedua terjadi pada tanggal 24-25 Desember.Untuk libur Tahun Baru, puncak pertama diprediksi terjadi pada 28-29 Desember 2025, dan puncak pergerakan kedua libur Tahun Baru pada tanggal 3-4 Januari 2026.Baca juga: Gunungkidul Pasang Stiker Keluarga Miskin, Jika Dicabut Bansos Dicoret"Untuk kendaraan yang masuk diperkirakan sama dengan tahun sebelumnya, sekitar 204 ribu kendaraan. Namun, karena berdekatan dengan Lebaran Februari-Maret, proyeksinya untuk wisatawan sama, tetapi untuk pemudik kemungkinan akan mengalami penurunan," kata Kepala Dishub Gunungkidul, Irawan, Kamis .
(prf/ega)
Dua Tanjakan Ekstrem di Gunungkidul Jadi Sorotan Jelang Nataru, Jalur Alternatif Disiapkan
2026-01-12 10:43:58
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 09:48
| 2026-01-12 08:42
| 2026-01-12 08:34
| 2026-01-12 08:25










































